Target Penumpang KRL Belum Tercapai, Ini Saran Jitu MTI

Salah satu penyebab belum tercapainya target KCI adalah berkurangnya jumlah sarana operasi karena kecelakaan kereta rel listrik di Cilebut pada Maret dan juga tidak beroperasinya KRL selama beberapa jam karena pemadaman listrik.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 16 Agustus 2019  |  06:39 WIB
Target Penumpang KRL Belum Tercapai, Ini Saran Jitu MTI
Penumpang menunggu rangkaian kereta pascakecelakaan KRL, di Stasiun Cilebut , Bogor, Jawa Barat, Senin (11/3/2019). Kereta Listrik (KRL) jurusan Jakarta-Bogor kembali beroperasi setelah gerbong kereta yang mengalami kecelakaan rampung dievakuasi pada Senin (11/3) dini hari. - ANTARA/Yulius Satria Wijaya

Bisnis.com, JAKARTA--Masyarakat Transportasi Indonesia menilai target jumlah penumpang KRL bisa dicapai melalui optimasi jumlah perjalanan dan panjang rangkaian kereta disesuaikan dengan keterbatasan infrastruktur maupun kondisi prasarana yang sedang dalam proses pengembangan.

Ketua Forum Transportasi Perkeretaapian Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Aditya D. Laksana mengatakan raihan volume penumpang PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) pada paruh pertama tahun ini memang belum optimal.

Menurutnya, salah satu penyebabnya adalah berkurangnya jumlah sarana operasi karena kecelakaan kereta rel listrik (KRL) di Cilebut pada Maret dan juga tidak beroperasinya KRL selama beberapa jam karena pemadaman listrik.

Selain itu, imbuhnya, pembangunan infrastruktur jalur dan stasiun KA yang belum tuntas seperti Manggarai, Jatinegara juga berdampak pada hambatan perjalanan KRL. Demikian pula pada operasional awal jalur dwiganda jatinegara-cakung sempat membawa dampak gangguan perjalanan KRL.

"Jadi kunci utama peningkatan volume penumpang KRL adalah pada pengembangan infrastruktur seperti penambahan kapasitas lintas, penuntasan jalur dwiganda, revitalisasi dan penataan kawasan stasiun. Selain itu, peremajaan persinyalan, perluasan jaringan KRL dan layanan stasiun serta penyediaan jalur stabling KRL untuk antisipasi penambahan sarana," katanya kepada Bisnis.com, Kamis (15/8/2019).

Dia menambahkan sistem persinyalan yang masih blok per petak yang ada di ruas Tanah Abang-Rangkasbitung dan Jakarta Kota-Tanjung Priok juga menyebabkan kapasitas perjalanan KRL menjadi terbatas karena terjadi antrean KRL masuk ruas aman di stasiun berikutnya.

Penambahan perjalanan KRL baru bisa dilakukan secara masif jika infrastruktur jalur dan sistem persinyalan telah ditingkatkan. Bila tidak, dia menyatakan cara yang bisa dilakukan hanyalah dengan sebatas memperpanjang rangkaian kereta di ruas yang padat dan menambah perjalanan KA di ruas yang masih memungkinkan kapasitasnya seperti Duri-Tangerang.

Hingga semester I/2019, KCI telah melayani jumlah penumpang KRL sebanyak 163,68 juta orang atau 48% dari total target akhir tahun ini yang sebanyak 340,65 juta orang. Volume penumpang KRL setiap tahun terus meningkat.

Pada 2017, KCI melayani 315,81 juta penumpang, sedangkan pada 2018 tumbuh 6,5% menjadi 336,34 juta penumpang. Adapun, jumlah penumpang pada 2016 sebanyak 280,58 juta orang, 2015 sebanyak 257,52 juta orang, dan 2014 sebanyak 206,78 juta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pt kai, krl

Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top