Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Rincian Dana untuk Program Prioritas Pembangunan SDM

Fokus pemerintah dalam program prioritas pembangunan SDM memiliki empat prioritas dengan prioritas pendanaan melalui APBN.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 14 Agustus 2019  |  14:59 WIB
Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro (kedua kiri), Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko (kiri), Guru Besar FE UI Rhenald Kasali (kedua kanan) dalam acara diskusi Forum Merdeka Barat bertajuk SDM Unggul, Indonesia Maju di kantor Bappenas, Jakarta, Rabu (14/8 - 2019).
Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro (kedua kiri), Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko (kiri), Guru Besar FE UI Rhenald Kasali (kedua kanan) dalam acara diskusi Forum Merdeka Barat bertajuk SDM Unggul, Indonesia Maju di kantor Bappenas, Jakarta, Rabu (14/8 - 2019).

Bisnis.com, JAKARTA -- Fokus pemerintah dalam program prioritas pembangunan SDM memiliki empat prioritas dengan prioritas pendanaan melalui APBN.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang P.S. Brodjonegoro menyatakan ada empat major projects 2020-2024.

Pertama, untuk Percepatan Penurunan Kematian Ibu dan Stunting. Adapun indikasi kebutuhan dana sekitar Rp26 triliun.

Kedua, untuk Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Vokasi untuk Industri 4.0. Adapun indikasi kebutuhan dana sekitar Rp330, 1 triliun.

"Untuk program ini perbaikannya agak masif. Perbaikannya dari kurikulum sampai perbaikan infrastruktur dari vokasi," jelasnya, Rabu (14/8/2019).

Ketiga, program Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Vokasi untuk Industri 4.0 atau lokasi R&D. Total indikasi kebutuhan dana adalah Rp2,8 triliun.

Keempat, digitalisasi dan integrasi bantuan sosial sebagai upaya mendorong ekonomi digital. Adapun total kebutuhan pendanaan sekitar Rp803,93 triliun.

Bambang mengakui butuh waktu untuk beradaptasi langsung dengan industri 4.0.

Beberapa yang akan dilakukan adalah memperkuat keterampilan khusus, misalnya pemikiran analitis sebagai strategi pembelajaran.

"Itu yang akan kami kerjakan. Arahan sudah clear. Kami terjemahkan ciptakan modal manusia yang nantinya bawa Indonesia sebagai di tahun 2045," paparnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sdm
Editor : Achmad Aris
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top