Biaya Pembangunan Jembatan Bitung—Lembeh Diperkirakan Rp500 Miliar

Pembangunan jembatan ini diusulkan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara guna menunjang industri pariwisata di Pulau Lembeh.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 06 Agustus 2019  |  16:58 WIB
Biaya Pembangunan Jembatan Bitung—Lembeh Diperkirakan Rp500 Miliar
Tol Manado - Bitung - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat akan melakukan pengkajian lebih dalam terkait dengan rencana pembangunan Jembatan Bitung—Lembeh.

Pembangunan jembatan ini diusulkan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara guna menunjang industri pariwisata di Pulau Lembeh.

Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Sugiyartanto mengatakan bahwa studi perlu ditelaah lebih lanjut untuk menghitung aspek teknis dan biaya pembangunan jembatan.

Studi akan dilakukan bersama Ditjen Bina Marga dengan Dinas PUPR Provinsi Sulawesi Utara.

Menurut Sugiyartanto, saat ini memang sudah ada estimasi biaya pembangunan jembatan sebesar Rp500 miliar. Namun, taksiran belum final dan hanya perkiraan biaya pembangunan secara kasar.

"Ini kan usulan dari dinas di sana [Sulawesi Utara], kami minta studi bareng-bareng karena kami mau lihat berapa cost-nya. Selain itu, di mana titik-titiknya, jangan sampai di palung," ujarnya kepada Bisnis, pekan lalu.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono sebelumnya mengatakan bahwa Jembatan Bitung—Lembeh akan dibangun sepanjang 1 kilometer melintas Selat Lembeh yang memisahkan Kota Bitung dengan Pulau Lembeh.

Basuki menyebutkan bahwa jembatan akan menjadi pelengkap infrastruktur di Bitung karena saat ini jalan tol Manado—Bitung tengah dalam tahap konstruksi.

Jalan tol Manado—Bitung sepanjang 39 kilometer dijadwalkan beroperasi pada April 2020.

Per 19 Juli 2019, progres konstruksi jalan tol tersebut telah mencapai 61,68 persen. Jalan tol ini digarap oleh Kementerian PUPUR dan PT Jasamarga Manado Bitung dengan investasi sebesar Rp6,19 triliun.

Pulau Lembeh bisa dijangkau lewat transportasi laut berupa kapal penyeberangan. Pulau Lembeh merupakan salah satu destinasi pariwisata unggulan di Sulawesi Utara selain Bunaken. Sedikitnya ada 95 titik penyelaman di perairan Selat Lembeh yang menjadi primadona para penyelam.

Dalam 3 tahun terakhir, pariwisata menjadi motor baru perekonomian Sulawesi Utara.

Hal ini tecermin dari tren kunjungan pariwisata yang selalu tumbuh di atas 50 persen.

Sepanjang 2018, jumlah kunjungan pelancong mancanegara mencapai 122.101 orang atau naik 54 persen secara tahunan.

Dalam 6 bulan pertama 2019, secara kumulatif kunjungan wisatawan asing mencapai 61.930 atau hampir separuh total kunjungan selama 2018.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jembatan, sulawesi utara

Editor : Zufrizal

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top