Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Harga Batu Bara Acuan Membaik, Kondisi Pasar Masih Oversupply

Harga batu bara acuan (HBA) masih rentan terkoreksi hingga akhir tahun meskipun telah mencetak  kenaikan bulanan pertama sejak Agustus 2018.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 06 Agustus 2019  |  12:59 WIB
Kapal tongkang pengangkut batu bara melintas di Sungai Musi, Palembang, Sumatra Selatan, Kamis (3/1/2019). - ANTARA/Nova Wahyudi
Kapal tongkang pengangkut batu bara melintas di Sungai Musi, Palembang, Sumatra Selatan, Kamis (3/1/2019). - ANTARA/Nova Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA Harga batu bara acuan (HBA) masih rentan terkoreksi hingga akhir tahun meskipun telah mencetak  kenaikan bulanan pertama sejak Agustus 2018.

Adapun Kementerian ESDM menetapkan HBA Agustus 2019 senilai US$72,67 per ton atau naik 1,04 persen dari HBA Juli 2019 senilai US$71,92 per ton.

Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) Hendra Sinadia mengatakan membaiknya harga disebabkan oleh naiknya permintaan batu bara Indonesia untuk kalori menengah dan tinggi. Menurutnya, China membutuhkan kedua jenis batu bara itu guna menutup kekurangan pasokan dari Australia.

"Tapi, secara umum kondisi pasar masih sama. Oversupply masih terjadi," ujarnya, kepada Bisnis, Senin (5/6/2018).

Dia menambahkan kenaikan harga pada bulan ini tetap sulit diprediksi hingga hingga akhir tahun. Dikhawatirkan pada kuartal IV/2019, China mengurangi impor batu bara.

Kinerja pelaku usaha batu bara pun diproyeksi terus tertekan dengan kondisi harga yang tidak kunjung membaik.

Terkait evaluasi kinerja pelaku usaha batu bara sepanjang semester I/2019, Hendra mengatakan tren harga batu bara paruh pertama 2019 yang lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu menjadi penyebab tertekannya kinerja emiten batu bara.

Selain itu, menurutnya, adanya ketidakpastian usaha juga memengaruhi kinerja. Salah satu satunya adalah kepastian perpanjangan pemegang Perjanjian Karya Pengusahaan Batubara (PKP2B).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

komoditas batu bara
Editor : Lucky Leonard
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top