Budidaya Sorgum Sebagai Pengganti Beras, Ini Untungnya

Penanaman salah satu sumber pangan lokal NTT ini sudah dilaksanakan sejak 2014. Sebelum itu, petani di NTT hanya menanam beras dan masyarakat mengonsumsi nasi. Padahal, lahan yang kering di NTT sebenarnya tidak cocok untuk penanaman padi.
Geofanni Nerissa Arviana
Geofanni Nerissa Arviana - Bisnis.com 29 Juli 2019  |  12:29 WIB
Budidaya Sorgum Sebagai Pengganti Beras, Ini Untungnya
Sorghum - Repro/balitsereal.litbang.pertanian.go.id

Bisnis.com, JAKARTA – Demi meningkatkan keanaekaragaman sumber pangan Nusantara, Yayasan Pembangunan Sosial Ekonomi Larantuka (Yaspensel) bersama petani di Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan budidaya sorgum--sebagian masyarakat mengenalnya sebagai jagung cantel.

Penanaman salah satu sumber pangan lokal NTT ini sudah dilaksanakan sejak 2014. Sebelum itu, petani di NTT hanya menanam beras dan masyarakat mengonsumsi nasi. Padahal, lahan yang kering di NTT sebenarnya tidak cocok untuk penanaman padi.

Direktur Eksekutif Yaspensel Flores Timur Romo Benyamin Daud Pr mengungkapkan, awalnya sulit bagi dirinya meyakinkan petani yang sudah terbiasa menanam padi untuk mencoba menanam sorgum. Begitu pula untuk meyakinkan masyarakat yang sudah terbiasa mengonsumsi nasi untuk beralih mengonsumsi sorgum.

“Kami coba menggunakan pola pendekatan dengan cerita yang menyentuh hati agar mereka bisa kembali ke sumber pangan lokal setempat. Jika pendekatannya regulasi, itu akan sulit diterima masyarakat,” kata Romo Benyamin dalam talk show bertajuk Keberagaman sebagai Jawaban Sumber Kebutuhan Pangan Lokal ke Depan yang diadakan Yayasan KEHATI di Perpustakaan Nasional RI, Jakarta (29/7/2019).

Petani akan dapat banyak keuntungan dengan budidaya sorgum. Menurut Romo Benyamin, pengelolaan sorgum tidak membutuhkan banyak waktu, tenaga, dan uang. Selain itu, sudah ada pula pasar sorgum dan peningkatan ekonomi bagi para petani.

“Ada manfaat pengelolaan program sorgum ini. Bagi petani, ada pula simpan pinjam dalam komunitas petani,” tambah Romo Benyamin.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sorgum, ketahanan pangan

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top