Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Lakukan Aktivitas Ilegal, BPMA Desak Renco Elang Energy Kooperatif

Badan Pengelola Minyak dan Gas Bumi Aceh (BPMA) menolak memberikan rekomendasi atas semua aktivitas operasi Renco Elang Energy di Lapangan Amanah Timur 2, Blok South A.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 26 Juli 2019  |  10:10 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, BANDA ACEH—Badan Pengelola Minyak dan Gas Bumi Aceh (BPMA) menolak memberikan rekomendasi atas semua aktivitas operasi Renco Elang Energy di Lapangan Amanah Timur 2, Blok South A.

BPMA pun telah melayangkan surat ke Ditjen Migas Kementerian ESDM yang menyatakan tidak merekomendasikan segala kegiatan Renco karena melakukan aktivitas di luar persetujuan.

Deputi Operasi BPMA Teuku Muhammad Faisal mengatakan selama ini operasional Lapangan Amanah Timur 2 berada di bawah naungan BPMA, tetapi dalam menjalankan aktivitas operasi Renco tidak juga melengkapi perizinan.

"Dalam suatu kegiatan pengeboran, ada urutan-urutan yang mereka harus selesaikan. Mungkin karena sisi finansial Renco memang bermasalah, dari segi tanggung jawab dan pemenuhan kewajiban juga agak kendor antara iya dan tidak," tuturnya, Kamis (25/7/2019).

Renco menandatangani kontrak bagi hasil (production sharing contract/PSC) untuk wilayah kerja “South Block A” dari Pemerintah Republik Indonesia melalui proses penunjukkan langsung setelah melakukan joint study.

Kontrak ini ditandatangani pada 5 Mei 2009 melalui konsorsium antara PT Realto Energi Nusantara korelasi (REE) dan PT. Prosys Oil & Gas International. Adapun REE merupakan operator dari blok tersebut.

Menurutnya, salah satu buntut minimnya koordinasi adalah terjadinya illegal coring atau aktivitas pengeboran inti tanpa izin.

Faisal menambahkan dalam instruksi Ditjen Migas saat peralihan koordinasi Blok South A dari SKK Migas Ke BPMA, Renco diharapkan fokus melakukan kegiatan tajak. 

"Renco memang pernah meminta itu, tapi kami tolak. Illegal coring itu pengambilan sampel untuk membuktikan bahwa ini reservoirnya minyak nih. Mereka ingin membuktikan bahwa minyak itu ada di kedalaman berapa," ujarnya.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas Kepala BPMA Azhari Idris mengatakan Renco Energy akan melakukan pengeboran satu sumur pada Juli 2019.

"Mudah-mudahan kami dapatkan hidrokarbon di situ," katanya.

Blok South A terletak di Sumatera bagian utara (Aceh 95 persen dan Sumatra Utara 5 persen). Blok ini terletak pada cekungan Sumatera Utara yang merupakan salah satu cekungan hidrokarbon yang paling produktif di Indonesia dengan lebih dari 80 lapangan minyak dan gas yang terkenal.

Status resmi aktivitas operasi Renco Elang Energy di Lapangan Amanah Timur 2, masih berada pada persiapan untuk kegiatan pengeboran.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

migas blok migas
Editor : Lucky Leonard
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top