Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PDB Korsel Tumbuh di Tengah Kekhawatiran Ekonomi

Perekonomian Korea Selatan kembali tumbuh ini sekaligus rebound dari kontraksi terburuk sejak 2008, meskipun masih belum cukup mengurangi kekhawatiran terhadap ekonomi.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 25 Juli 2019  |  08:36 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Perekonomian Korea Selatan kembali tumbuh ini sekaligus rebound dari kontraksi terburuk sejak 2008, meskipun masih belum cukup mengurangi kekhawatiran terhadap ekonomi.

Dilansir Bloomberg, Produk domestik bruto (PDB) Korea Selatan meningkat 1,1 persen pada kuartal II/2019 dari kuartal sebelumnya, melampaui rata-rata estimasi analis yang mmperkirakan kenaikan 0,9 persen.

Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy) PDB tumbuh 2,1 persen, lebih tinggi dari perkiraan sebesar 1,9 persen. Rebound investasi fasilitas dan peningkatan pengeluaran pemerintah memainkan peran penting dalam meningkatnya PDB Korsel.

Meskipun meningkat, ekonom di JPMorgan Chase & Co. Park Seok-gil mengatakan detailnya dari pertumbuhan PDB ini tidak terlihat cukup bagus.

"Sangat mengecewakan jika dilihat bahwa kontribusi dari pertumbuhan swasta lebih kecil rendah yang diharapkan, dan investasi fasilitas sebagian besar datang dari pemerintah,” ungkap Seok-gil, seperti dikutip Bloomberg.

Seok-gil mengatakan ia tidak mengharapkan ekonomi untuk mencapai perkiraan pertumbuhan Bank of Korea sebesar 2,2 persen tahun ini.

Meskipun rebound pada kuartal kedua, ada beberapa tanda peringatan di pertumbuhan ekonomi. Pekan lalu Bank of Korea menurunkan suku bunga utamanya dan sekali lagi memangkas perkiraan pertumbuhan 2019 menjadi 2,2 persen dari 2,5 persen, menyusul risiko seperti perang perdagangan AS-China dan meningkatnya ketegangan dengan Jepang.

Ekspor diperkirakan mengalami penurunan bulanan kedelapan berturut-turut pada bulan Juli, juga karena mesosotnya permintaan dan harga semikonduktor, pendorong utama pertumbuhan Korea Selatan.

Gubernur BOK Lee Ju-yeol mengatakan pekan ini bahwa bank sentral mungkin harus bertindak lagi jika situasi ekonomi memburuk. Data pertumbuhan terbaru dapat mendinginkan spekulasi bahwa pelonggaran moneter akan dilakukan pada pertemuan BOK berikutnya.

"Jika pertumbuhan di bawah 1 persen, itu akan memicu pembicaraan tentang penurunan suku bunga pada pertemuan Bank of Korea berikutnya," kata Oh Jae-young, seorang ekonom di KB Securities.

"Tapi sepertinya ramalan pertumbuhan tahunan 2,2 persen oleh BOK sama sekali tidak mustahil,” lanjutnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Ekonomi Korsel
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top