Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Cari Pendanaan untuk Smelter, Freeport Buka Segala Opsi

PT Freeport Indonesia (PTFI) masih terbuka terhadap segala opsi terkait pembiayaan maupun kemitraan dalam membangun smelter tembaga baru yang ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2023.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 25 Juli 2019  |  14:55 WIB
Pekerja memeriksa proses pemurnian anoda tembaga menjadi katoda tembaga di pabrik pemurnian di kompleks smelter PT Smelting. Tahun ini, produksi katoda tembaga Smelting diproyeksikan mencapai 267.000 ton. - Bisnis/Lucky Leonard Leatemia
Pekerja memeriksa proses pemurnian anoda tembaga menjadi katoda tembaga di pabrik pemurnian di kompleks smelter PT Smelting. Tahun ini, produksi katoda tembaga Smelting diproyeksikan mencapai 267.000 ton. - Bisnis/Lucky Leonard Leatemia

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Freeport Indonesia (PTFI) masih terbuka terhadap segala opsi terkait pembiayaan maupun kemitraan dalam membangun smelter tembaga baru yang ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2023.

Presiden dan Chief Executive Officer Freeport-McMoRan Inc. Richard C. Adkerson mengatakan Freeport telah berkomitmen pada dengan pemerintah Indonesia untuk membangun smelter selama lima tahun pada Desember 2018. Dengan penjadwalan tersebut, smelter yang investasinya sekitar US$3 miliar tersebut harus sudah beroperasi pada akhir 2023. 

Saat ini, Freeport Indonesia tengah melakukan persiapan lahan. sedang dilakukan. Selain itu, penyelesaian desain teknis dan rekayasa awal (front-end engineering design/FEED) masih berlangsung.

Adapun smelter yang bakal memiliki kapasitas 2 juta ton konsentrat tembaga per tahun tersebut diperkirakan memasuki masa konstruksi pada 2020. Sebelum itu, pihak Freeport terus berdiskusi dengan beberapa pihak terkait masalah pembiayaan.

Adkerson mengatakan opsi paling mungkin untuk dipertimbangkan adalah pembiayaan dengan utang melalui Freeport Indonesia. Namun, pihaknya tetap terbuka dengan alternatif lain.

"Kami berharap dapat mendanai pembayaran smelter dan melakukan beberapa diskusi dengan kelompok bank untuk dapat mendanai proyek ini," katanya dalam Conference Call kuartal II/2019 yang berlangsung Rabu (24/7/2019) malam.

Executive Vice President and Chief Financial Officer Freeport-McMoRan Kathleen Quirk mengatakan area pembangunan smelter tersebut berada di Gresik atau dekat dengan pabrik peleburan eksisting milik Freeport. Pengeluaran dana pembangunan smelter kemungkinan akan mulai meningkat pada 2020 dan melonjak pada 2021-2022.

Dia berharap Freeport dapat segera mendapat kepastian pembiayaan untuk proyek tersebut. “Kami melakukan diskusi yang baik dengan pemberi pinjaman terkait pendanaan smelter. Kami memperkirakan tidak ada pengeluaran yang signifikan pada 2019," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Freeport smelter
Editor : Lucky Leonard
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top