BI : Pertumbuhan Ekonomi 2019 Berpotensi di Bawah Sasaran 5,0 Persen-5,4 Persen

Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2019 berada di bawah titik tengah kisaran 5,0%-5,4%.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 18 Juli 2019  |  17:25 WIB
BI : Pertumbuhan Ekonomi 2019 Berpotensi di Bawah Sasaran 5,0 Persen-5,4 Persen
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo (dua kanan) memberikan keterangan dalam konferensi pers, di Jakarta, Kamis (20/6/2019). - Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA -- Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2019 berada di bawah titik tengah kisaran 5,0%-5,4%.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II/2019 diprakirakan relatif sama dengan pertumbuhan ekonomi pada kuartal sebelumnya.

Pasalnya, konsumsi swasta tetap baik didukung oleh keyakinan konsumen yang tetap terjaga. Salah satunya berkat kondisi investasi pada sektor bangunan.

"Investasi bangunan juga tetap tumbuh stabil," ujar Perry di Kantor Bank Indonesia, Kamis (18/7/2019).

Sementara itu, kata Perry, ekspor Indonesia diprakirakan tumbuh negatif. Hal ini dipengaruhi terbatasnya permintaan dunia dan turunnya harga komoditas akibat berlanjutnya ketegangan hubungan dagang, meskipun ekspor baja naik pada Juni 2019.

Selanjutnya, ekspor yang kontraksi mendorong penurunan impor dan investasi nonbangunan yang tumbuh terbatas.

"Memang pertumbuhan ekonomi tahun ini di bawah 5,4%. Saat ini masih di bawah 5,2% maka kami ada berbagai kebijakan moneter. Misalnya penurunan GWM [Giro Wajib Minimum]," paparnya.

Menurut Perry, ke depannya pihaknya akan berupaya mendorong permintaan domestik, termasuk investasi. Oleh karena itu, perlu ditingkatkan untuk memitigasi dampak negatif perlambatan ekonomi dunia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Pertumbuhan Ekonomi

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top