Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kenapa Eceng Gondok Tumbuh Subur di Danau Besar? Begini Penjelasannya

Untuk mengembalikan fungsi ekologis danau seperti semula, Kementerian PUPR melakukan berbagai upaya, mulai melakukan pengerukan hingga pengangkatan gulma.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 17 Juli 2019  |  17:44 WIB
Operator mengoperasikan kapal pengeruk khusus untuk enceng gondok di Danau Rawa Pening, Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa (14/3). - Antara/Aditya Pradana Putra
Operator mengoperasikan kapal pengeruk khusus untuk enceng gondok di Danau Rawa Pening, Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa (14/3). - Antara/Aditya Pradana Putra

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tengah fokus untuk mengatasi gulma perairan yang tumbuh subur di 10 danau. Keberadaan gulma eceng gondok perlu dientaskan karena menggerus daya dukung danau.

Kepala Bidang Sungai Danau Embung Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR Naswardi mengatakan bahwa persoalan gulma menjadi kendala yang umum ditemui pada danau-danau besar di Indonesia di samping sedimentasi. Gulma sukar diberantas karena pertumbuhannya yang cepat.

Dia menggambarkan, secara normal gulma bisa tumbuh dalam 52 hari. Namun, kegiatan pertanian di badan danau yang menggunakan pestisida membuat pertumbuhan gulma lebih cepat.

"Akibat pestisida, eceng gondok [Eichhornia crassipes] ini sudah bisa tumbuh dalam 24 hari," ujarnya, Rabu (17/7/2019).

Naswardi menjelaskan bahwa gulma bakal menurunkan daya dukung danau kerena menutupi lahan air yang basah.

Kondisi ini menyebabkan luas danau juga menciut. Dia menggambarkan, Danau Rawa Pening di Jawa Tengah kini tinggal memiliki luas sekitar 1.800 hektare dari semula di atas 2.000 hektare.

Untuk mengembalikan fungsi ekologis danau seperti semula, Kementerian PUPR melakukan berbagai upaya, mulai melakukan pengerukan hingga pengangkatan gulma.

Selain pendekatan struktural, pendekatan nonstruktural dengan melibatkan masyakarat juga dilakukan agar fungsi ekologis danau kembali seperti semula.

Secara umum, Kementerian PUPR menangani 10 dari 15 danau yang kondisinya tengah kritis. Sepuluh danau itu yakni Danau Toba, Maninjau, Kerinci, Jampang, Rawa Pening, Limboto, Tondano, Tempe, Poso, dan Sentani.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

danau eceng gondok
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top