Penyaluran Subsidi LPG 3 Kilogram Tahun Ini Diproyeksikan Jauh di Bawah APBN

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memperkirakan penyaluran subsidi LPG 3 kilogram hingga akhir tahun sebesar Rp44,16 triliun atau di bawah APBN 2019 senilai Rp75,22 triliun. 
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 16 Juli 2019  |  09:48 WIB
Penyaluran Subsidi LPG 3 Kilogram Tahun Ini Diproyeksikan Jauh di Bawah APBN
Pekerja membongkar tabung gas LPG 3kg di salah satu agen penjualan, di Jakarta, Selasa (2/7/2019). - Bisnis/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memperkirakan penyaluran subsidi LPG 3 kilogram hingga akhir tahun sebesar Rp44,16 triliun atau di bawah APBN 2019 senilai Rp75,22 triliun. 

Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan perkiraan penyaluran subsidi untuk minyak tanah volumenya tercatat 0,23 juta kiloliter (KL), solar sebanyak 7,57 juta KL hingga Juni 2019, sementara LPG 3 kg sebesar 2,804 juta metrik ton hingga Mei 2019.

“Mengenai LPG 3 kg, Januari–Mei Rp19,2 triliun, sementara Juni–Juli angkanya Rp6 triliun lebih. Januari–Mei subsidi Rp4 triliun per bulan rata rata,” katanya, Senin (15/7/2019). 

Jonan menjelaskan untuk rata-rata penyaluran subsidi LPG pada Juni–Juli sebesar Rp3 triliun per bulan. Untuk perkiraan Agustus–September, tercatat di bawah Rp3 triliun per bulan atau Rp2,75 triliun per bulan. 

Hal tersebut disebabkan harga propane dan butane 50:50 sebesar US$360 per metrik ton CP Aramco. Menurutnya, harganya berbeda jauh dibandingkan dengan tahun lalu senilai US$500 per metric ton CP Aramco. 

Selain itu, untuk penyaluran subsidi BBM tertentu, diperkirakan mencapai Rp33,83 triliun yang terbagi Rp3,21 triliun untuk minyak tanah dan Rp30,62 triliun untuk solar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
lpg, subsidi, ignasius jonan

Editor : Lucky Leonard

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top