Indonesia Didapuk Sebagai Negara Kehormatan di CAEXPO 2019

Untuk kali ke-16, Indonesia bakal mengikuti China-Asean Expo (CAEXPO) di Nanning yang tahun ini digelar pada 20—23 September. Kali ini, RI didapuk menjadi Country of Honor.
Yustinus Andri DP
Yustinus Andri DP - Bisnis.com 11 Juli 2019  |  16:45 WIB
Indonesia Didapuk Sebagai Negara Kehormatan di CAEXPO 2019
Paviliun Indonesia di CAEXPO 2018 Nanning, China / Yustinus Andri

Bisnis.com, JAKARTA — Untuk kali ke-16, Indonesia bakal mengikuti China-Asean Expo (CAEXPO) di Nanning yang tahun ini digelar pada 20—23 September. Kali ini, RI didapuk menjadi Country of Honor.

Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Marolop Nainggolan mengatakan dengan posisi sebagai Country of Honor, RI akan memiliki kesempatan lebih besar mengeksplorasi kerja sama dengan negara anggota pameran.

“Sebagai Country of Honor, kita dapat menggelar forum khusus Indonesia dengan negara lain. Kita juga akan lebih diistimewakan karena menjadi fokus perhatian dalam pameran yang tentu saja mendatangkan kesempatan besar bagi Indonesia,” ujar Marolop pada konferensi pers The 16th CAEXPO Country of Honor: Indonesia, Kamis (11/7/2019).

Indonesia akan mendapatkan fasilitas untuk menggelar forum bisnis yang sifatnya bisnis ke bisnis dengan negara anggota China-Asean Free Trade Agreement (CAFTA) maupun negara lain non-CAFTA. Hal ini diharapkan dapat memperluas peluang yang sudah ada serta meningkatkan penetrasi pasar baru.

Direktur Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor Ditjen PEN, Iriana Trimurty Ryacudu menambahkan, CAEXPO juga menjadi kesempatan menyeimbangkan perdagangan Indonesia dan China.

“Kita harus gencar promosi ekspor ke China untuk menyeimbangkan hubungan perdagangan Indonesia-China. Hal ini sekaligus menjadi upaya kita mengambil peluang dari situasi perang dagang AS-China dimana kedua negara membutuhkan penyuplai baru akibat perang tarif,” ujar Iriana.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), total perdagangan Indonesia-China pada 2018 tercatat sebesar US$72,67 miliar atau naik 23,48% dari tahun sebelumnya yang sebesar US$58,84 miliar. Adapun, total perdagangan Indonesia-China pada periode Januari—April 2019 telah mencapai US$22,4 miliar.

Sekadar catatan, transaksi pada CAEXPO 2018 meningkat 190% dari US$2,14 juta pada 2017 menjadi sebesar US$6,2 juta atau senilai Rp93,14 miliar pada 2018. Paviliun Indonesia berjumlah 79 stan dan diisi 66 pelaku usaha, serta dikunjungi sekitar 30.000 orang.

Selain itu, Paviliun Indonesia mendapatkan penghargaan The Best City of Charm & The Best Exhibitors Organizing. Pada CAEXPO 2018, Paviliun Indonesia terbagi menjadi lima zona, yaitu furnitur, dekorasi rumah, fesyen, makanan dan minuman, serta produk spa dan herbal.

Tahun ini, Indonesia kembali akan menempati dua paviliun di CAEXPO, yaitu paviliun komoditas di Hall D5 seluas 2.910 m2 dan paviliun nasional (City of Charm) seluas 304 m2. pada posisi nomor satu.

Pada paviliun komoditas akan dibangun maksimal 114 stan yang menampilkan produk furnitur, dekorasi rumah, makanan dan minuman, fesyen, aksesori dan perhiasan, serta barang-barang konsumsi.

Adapun, paviliun nasional (City of Charm) akan diisi berbagai pagelaran kesenian ataupun produk unggulan dari setiap lembaga/provinsi yang mewakili Indonesia. Selain itu, panitia akan mengagendakan beberapa pertemuan bilateral, forum bisnis khusus untuk Indonesia, dan pertemuan strategis lainnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
caexpo

Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top