Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pelaku Industri Makanan dan Minuman Diminta Berani Melakukan Langkah Digitalisasi

Pelaku industri makanan dan minuman di Indonesia untuk segera mengambil langkah berani dalam melakukan digitalisasi .
Andhika Anggoro Wening
Andhika Anggoro Wening - Bisnis.com 10 Juli 2019  |  18:57 WIB
 (Dari kiri ke kanan) Luc Remont, Executive Vice President International Operations, Schneider Electric; Craig Roseman APAC Consumer Packaged Goods Segment Director, Schneider Electric; Xavier Denoly, Country President Schneider Electric Indonesia; dan Mike Jamieson, Segment President, Consumer Packaged Goods, Schneider Electric mengunjungi area Innovation Hub sesaat setelah peresmian pembukaan acara Schneider Electric Innovation Days: SmartFood Indonesia 2019 - Istimewa
(Dari kiri ke kanan) Luc Remont, Executive Vice President International Operations, Schneider Electric; Craig Roseman APAC Consumer Packaged Goods Segment Director, Schneider Electric; Xavier Denoly, Country President Schneider Electric Indonesia; dan Mike Jamieson, Segment President, Consumer Packaged Goods, Schneider Electric mengunjungi area Innovation Hub sesaat setelah peresmian pembukaan acara Schneider Electric Innovation Days: SmartFood Indonesia 2019 - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Schneider Electric melihat ada empat area penting dalam industri makanan dan minuman di industri 4.0 agar dapat memaksimalkan nilai bisnis perusahaan dan menjawab trend dan tantangan masa depan.

Hal tersebut diungkapkan pada acara Schneider Electric Innovation Days: SmartFood Indonesia 2019 dengan tema “Embracing Digital Transformation to Deliver Economic Value to Your Business” yang diselenggarakan pada 10-12 Juli 2019 di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (10/7/2019).

Luc Remont, Executive Vice President International Operations, Schneider Electric menyampaikan, “Transformasi digital di industri makanan dan minuman membutuhkan strategi yang komprehensif dan menyentuh setiap tahapan perjalanan produk untuk dapat menjawab tantangan masa depan dan menjadikannya sebagai nilai lebih dalam meningkatkan reputasi perusahaan."

"Beberapa tantangan masa depan seperti konsumen kelas menengah yang semakin menuntut produk yang sehat dan ramah lingkungan; disrupsi digital yang merubah interaksi konsumen terhadap produk dan memberi peluang produsen lebih kecil dan inovatif untuk mengambil pangsa pasar yang signifikan; persaingan harga yang semakin ketat menuntut kontrol biaya Capex dan Opex yang lebih efektif; dan standar regulasi keamanan pangan dunia yang semakin tinggi termasuk pengawasan terhadap kualitas produk dan jaringan distribusi rantai pasok dapat dijawab dengan transformasi digital. Dan Schneider Electric akan siap menjadi mitra dalam membantu pelaku industri makanan dan minuman dalam mempersiapkan strategi transformasi digitalnya.”

Dalam jangka panjang, menurut Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), tantangan industri makanan dan minuman adalah memastikan ketersediaan pasokan makanan dan minuman yang mana jumlahnya harus ditingkatkan hingga 60-70 persen untuk dapat memenuhi permintaan populasi global yang akan mencapai 9 miliar pada tahun 2050. Untuk itu industri makanan dan minuman perlu lebih efektif dan akurat dalam proses produksinya untuk mengurangi produk cacat.

Stefanus Indrayana, Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI) dalam pemaparannya di acara pembukaan SmartFood Indonesia 2019 mengatakan bahwa “Sektor Makanan dan Minuman merupakan salah satu sektor penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sepanjang 2018, industri makanan dan minuman tumbuh 7,91 persen atau mampu melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,17 persen di tengah-tengah berbagai tantangan ekonomi. Namun berbicara tentang percepatan industri 4.0 di sektor ini,harus diakui bahwa transformasi digital masih didominasi oleh perusahaan besar. Sementara IKM masih membutuhkan lebih banyak edukasi karena kesan investasi teknologi yang mahal masih sangat melekat. Padahal dengan digitalisasi, proses produksi lebih efisien 30-40 persen. Tidak hanya edukasi, diharapkan pemerintah dan perbankan juga dapat memberikan insentif bagi IKM berupa fasilitas pendanaan.”

Melihat strategisnya industri makanan dan minuman ini, Xavier Denoly, Country President Schneider Electric Indonesia mengajak pelaku industri makanan dan minuman di Indonesia untuk segera mengambil langkah berani dalam melakukan digitalisasi dan menekankan bahwa transformasi digital dapat dilakukan secara bertahap dan menggunakan solusi dengan platform terbuka.

Adapun empat area penting yang perlu menjadi fokus dalam transformasi digital di industri makanan dan minuman yaitu:

- Smart manufacturing – meningkatkan efisiensi produksi sekaligus meningkatkan fleksibilitas dengan mengintegrasikan perangkat, mesin, dan proses dengan perangkat lunak inovatif sehingga staff dapat mengoperasikan proses produksi dengan lebih efisien, didukung oleh data real-time, sehingga memungkinkan perusahaan merespons kebutuhan pelanggan yang terus berkembang.

- Smart Facilities – memastikan bangunan dan sumber daya lainnya aman, tersedia, efisien, dan ramah lingkungan. Fasilitas pabrik yang pintar, aman dan efisien dengan fasiltias penyimpanan yang memadai dapat mengurangi jejak karbon perusahaan - yang akhirnya meningkatkan produktivitas dan profitabilitas. Hal ini karena fasilitas pabrik pintar memungkinkan penilaian performa peralatan mesin secara real-time, prediksi perawatan dan konsumsi daya untuk memastikan pasokan yang efisien.

- Smart Food Safety – meminimalisir kesalahan manusia (human error) seperti kontaminasi dan kesalahan pelabelan sehingga dapat meningkatkan kepatuhan dan keterlacakan secara menyeluruh (end-to-end) untuk melindungi reputasi perusahaan dan mendapatkan kepercayaan konsumen

- Smart Supply Chain – mengoptimalkan dan meningkatkan visibilitas rantai pasok mulai dari ketersedian bahan baku hingga distribusi produk ke tangan konsumen akhir sehingga dapat mengurangi biaya logistik perusahaan

Selama dua hari penyelenggaraan SmartFood Indonesia 2019, Schneider Electric akan menampilkan solusi komprehensif EcoStruxure™ untuk industri makanan dan minuman yaitu EcoStruxure Augmented Operators Advisor, EcoStruxure Machine Advisor, dan EcoStruxure Asset Advisor yang memungkinkan produsen makanan dan minuman untuk melakukan analisa prediktif untuk meningkatkan performa dan produktivitas mesin, mempercepat waktu maintenance, meminimalisir kesalahan akibat human error serta dapat menekan biaya perawatan mesin. EcoStruxure memungkinkan perusahaan untuk meningkatkan kinerja bisnis melalui efisiensi operasional dan pengurangan biaya energi hingga 60 persen, pengurangan biaya integrasi hingga 50 persen dan pengurangan hingga 30 persen biaya operasional.

“Schneider Electric melalui solusi EcoStruxure™ mengintegrasikan berbagai bidang keahlian (otomasi, mesin, bangunan, TI) dalam arsitektur tanpa batas dan mengubah informasi yang dikumpulkan dari mana saja dalam rantai pasok menjadi kebijakan yang dapat ditindaklanjuti untuk keseluruhan aktivitasi operasional (end-to-end) yang lebih transparan dan optimal sehingga dapat meningkatkan reputasi perusahaan,"tandas Xavier.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

schneider electric
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top