Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kemenhub Gandeng JICA Sempurnakan Sistem Keselamatan Maritim

Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan menggandeng Japan International Cooperation Agency (JICA) untuk mengembangkan dan menyempurnakan sistem keselamatan lalu lintas maritim di Indonesia.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 30 Juni 2019  |  23:26 WIB
Kapal Motor (KM) Binaiya meninggalkan dermaga Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (13/6/2019). - Bisnis/Paulus Tandi Bone
Kapal Motor (KM) Binaiya meninggalkan dermaga Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (13/6/2019). - Bisnis/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JaKARTA - Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan menggandeng Japan International Cooperation Agency (JICA) untuk mengembangkan dan menyempurnakan sistem keselamatan lalu lintas maritim di Indonesia.

Direktur Kenavigasian Ditjen Perhubungan Laut Basar Antonius mengatakan kedua belah pihak akan melaksanakan studi rencana pengembangan sistem keselamatan lalu lintas maritim dengan menggandeng para ahli dan akademisi.

Menurut dia, sebagai negara kepulauan yang tergabung dalam organisasi maritim internasional, Indonesia memiliki kewajiban untuk penyelenggaraan lalu lintas pelayaran yang selamat dan efisien.

"Perbaikan dan upgrade terhadap sarana bantu navigasi pelayaran serta peralatan dan perlengkapan telekomunikasi maritim sangat perlu dilakukan,” ujar Basar dalam siaran pers, Minggu (30/6/2019).

Basar melanjutkan, Indonesia telah menjalin kerja sama dengan pemerintah Jepang untuk meninjau studi-studi yang terkait dengan rencana pengembangan sistem keselamatan lalu lintas maritim yang telah dilakukan selama ini.

Kegiatan itu dibuat berdasarkan perjanjian bilateral antara Indonesia dan Jepang yang ditandatangani 2017 dengan tujuan meninjau ulang Master Plan Rencana Pengembangan Sistem Keselamatan Lalu Lintas Maritim (MTSDP) yang dikeluarkan Juni 2002.

“Kerja sama ini diharapkan dapat menghasilkan masterplan kenavigasian yang efektif dan efisien, yang mencakup aspek SBNP [sarana bantu navigasi pelayaran], telekomunikasi pelayaran, penetapan alur pelayaran, serta penyediaan sarana kapal negara kenavigasian,” jelasnya.

Basar mengemukakan Ditjen Perhubungan Laut telah mengimplementasikan beberapa kegiatan yang diusulkan pada masterplan sebelumnya, salah satunya dengan membangun stasiun radio pantai yang berkemampuan Global Maritime Distress Safety System (GMDSS) di beberapa lokasi.

Meskipun demikian, pertumbuhan ekonomi yang cepat, peningkatan volume lalu lintas maritim, dan pengembangan teknologi maritim yang maju dalam beberapa dekade terakhir membuat rencana induk sebelumnya (MTSDP) perlu diperbarui.

“Mengingat hal tersebut, sangatlah penting untuk mengembangkan rencana induk baru dengan target minimal 20 tahun kedepan,” tegasnya.

Studi diharapkan dapat memproyeksikan gambaran holistik sektor kelautan di Indonesia untuk mendukung kebijakan pemerintah mengembalikan kejayaan Indonesia sebagai negara maritim. Studi masterplan itu akan ditetapkan lebih lanjut oleh Menteri Perhubungan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

maritim
Editor : Akhirul Anwar
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top