Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jangan Lupa, Riset Penting Untuk Pengembangan Bisnis UKM

Founder Bintang Reseach Ani Agustri menegaskan, pentingnya Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dalam melakukan riset terlebih dahulu agar produk dan jasanya bisa sukses dipasaran.
Andhika Anggoro Wening
Andhika Anggoro Wening - Bisnis.com 29 Juni 2019  |  13:26 WIB
DPP APINDO Kalsel menggelar kegiatan pelatihan riset kepada UKM di Banua / Foto Arief Rahman
DPP APINDO Kalsel menggelar kegiatan pelatihan riset kepada UKM di Banua / Foto Arief Rahman

Bisnis.com, BANJARMASIN- Founder Bintang Reseach Ani Agustri menegaskan, pentingnya Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dalam melakukan riset terlebih dahulu agar produk dan jasanya bisa sukses dipasaran.

Hal tersebut diungkapkannya disela kegiatan Workshop & Training Road To Gigital By Product Research And Website dalam rangka memperingati hari UKM sedunia yang dilaksanakan oleh Dewan Pimpinan Provinsi Asosiasi Pengusaha Indonesia (DPP APINDO) Kalsel, Sabtu (29/06/2019) di Hotel Aria Barito Banjarmasin.

"Dari data kami hanya 30 persen perusahaan yang melakukan riset sebelum menjual produk dan jasanya ke pasaran. Itu pun hanya perusahaan besar saja, sedangkan untuk UKM sangat sedikit sekali yang melakukannya," ungkapnya.

Padahal riset sendiri sangat berguna agar UKM dapat melihat secara spesifik tentang kebutuhan apa saja yang diperlukan oleh konsumen. Dengan mengetahui terkait kebutuhan tersebut maka tentu UKM dapat membuat sebuah produk yang kemungkinan besar dapat diterima pasar.

"Riset sendiri yang paling sederhana ada empat aspek, yaitu meliputi memahami kebutuhan dan keinginan pelanggan, menganalisis kompetitor langsung dan tidak langsung, memahami prilaku konsumen dan uji produk," katanya.

Ada pun cara melakukan riset yang sederhana yaitu bisa dengan membuat kuisioner atau wawancara langsung terkait produk atau jasa seperti apa yang diinginkan oleh masyarakat. Akan lebih baik koresponden yang diberikan kuisioner dan dilakukan wawancara adalah konsumen asli.

"Jika teman atau kerabat yang menjadi koresponden nanti kurang objektif hasilnya. Kalau sudah demikian akan berpengaruh terhadap hasil akhir risetnya," tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPP APINDO Kalsel H Supriadi menambahkan, kegiatan yang dilakukan pihaknya kali ini merupakan
salah satu bentuk kepedulian organisasinya terhadap UKM binaan Apindo yang terdiri dari berbagai UKM dari sasirangan, makanan dan minuman. 

"Saya berharap dengan adanya workshop ini UKM binaan APINDO Kalsel bisa lebih mengerti dalam membuat sebuah produk dan jasa yang terukur dan sesuai kebutuhan pasar. Dengan demikian produk dan jasa yang mereka jual bisa berkembang baik di kancah nasional hingga internasional," tuturnya.

Dirinya juga mengatakan, dalam waktu dekat  APINDO Kalsel juga berencana mengirim perwakilan UKM di Banua untuk mengikuti pendidikan UKM di Cina yg bekerja sama dengan Alibaba. 

"Semoga APINDO Kalsel bisa terus berpartisifasi dalam pengembangan UKM agar dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di Kalsel. Hal ini mengingat karena lebih 65 persen pertumbuhan ekonomi di Kalsel di sumbang oleh sektor UKM," tukasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

apindo
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top