Dampak Perang Dagang : Tarif Tambahan Diproyeksi Pacu Ekspor Alas Kaki

Ekspor alas kaki nasional ke Amerika Serikat berada dalam tren peningkatan di tengah eskalasi perang dagang dengan China. Dampaknya diproyeksi meningkat seiring dengan dikenakannya tarif tambahan terhadap produk China.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 24 Juni 2019  |  17:40 WIB
Dampak Perang Dagang : Tarif Tambahan Diproyeksi Pacu Ekspor Alas Kaki
Pekerja menyelesaikan pembuatan sandal dan sepatu di PT Aggiomultimex, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (25/9). - ANTARA/Umarul Faruq

Bisnis.com, JAKARTA—Ekspor alas kaki nasional ke Amerika Serikat berada dalam tren peningkatan di tengah eskalasi perang dagang dengan China. Dampaknya diproyeksi meningkat seiring dengan dikenakannya tarif tambahan terhadap produk China.

Budiarto Tjandra, Ketua Pengembangan Sport Shoes & Hubungan Luar Negeri Aprisindo, menuturkan bahwa walaupun perang dagang dampaknya belum terlalu besar terhadap kenaikan ekspor alas kaki, ada kemungkinan bertambah ketika additional tariff yang dikenakan ke produk China mulai berlaku pada Juli nanti.

“Kemungkinan ada bertambah ekspor ke Amerika Serikat, tetapi mungkin tidak terlalu besar,” katanya, Senin (24/6/2019).

Sepanjang tahun lalu ekspor alas kaki dari Indonesia berada di angka US$5,11 miliar, tumbuh 4,13% secara tahunan dari US$4,91 miliar. Untuk tahun ini, Kementerian Perindustrian memproyeksikan ekspor produk alas kaki dalam negeri bisa mencapai US$6,5 miliar.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan kerja sama Indonesia dengan Australia melalui IA-CEPA serta dengan European Free Trade Association (EFTA) juga menjadi peluang peningkatan ekspor alas kaki.

Airlangga menegaskan pemerintah berupaya melakukan kebijakan strategis untuk mendorong industri alas kaki di Indonesia agar semakin meningkatkan kapasitas produksinya sehingga dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri sekaligus menjadi substitusi impor atau mengisi pasar ekspor.

Salah satunya, pemerintah siap memberikan berbagai kemudahan, antara lain kemudahan akses terhadap bahan baku, peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan vokasi yang link and match antara SMK dan industri, serta implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0 dalam menyongsong revolusi industri 4.0.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Industri Alas Kaki

Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top