Masalah Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bukan pada Harga Tiket, tapi...

Tarif tiket kereta cepat Jakarta--Bandung (KCJB) dinilai cocok dengan kantong pengguna ekskekutif di kedua kota tersebut.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 19 Juni 2019  |  20:47 WIB
Masalah Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bukan pada Harga Tiket, tapi...
Ilustrasi - Model berfoto di samping miniatur kereta cepat Jakarta-Bandung di Jakarta, Kamis (5/5). Pemerintah Provinsi Jawa Barat meminta kepada PT Kereta Cepat Indonesia China untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal dalam proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung. ANTARA FOTO - Hafidz Mubarak A

Bisnis.com, JAKARTA - Tarif tiket kereta cepat Jakarta--Bandung (KCJB) dinilai cocok dengan kantong pengguna ekskekutif di kedua kota tersebut. Sementara itu, akses masih jadi persoalan.


Pengamat Transportasi Unika Soegijapranata Semarang Djoko Setijowarno menilai, tarif tersebut tidak jauh berbeda dengan tarif kereta Argo Parahyangan kelas Priority yang sudah ada.


Sebagai langkah awal dari hasil feasibility study (FS), ongkos tiket KCJB dipatok US$16 atau berkisar Rp228.224 (nilai tukar 1US$ = Rp14.264) sekali jalan dengan waktu tempuh 30 menit -- 46 menit.


"Tarif tiket KA Argo parahyangan kelas priority Rp250.000 ribu juga sering habis, apalagi ini yang waktunya pendek," terangnya kepada Bisnis, Rabu (19/6/2019).


Berdasarkan pantauan Bisnis, harga tiket tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan tarif kereta api Argo Parahyangan yang berangkat dari Stasiun Gambir ke Stasiun Bandung. Gerbong ekonomi harga tiketnya Rp110.000, sementara eksekutif Rp150.000.

Namun, harga itu lebih murah dibandingkan dengan harga Argo Parahyangan Priority yang mencapai Rp290.000 per tiket. Di sisi lain, tantangan bagi penyedia jasa bukan lagi keberadaan KCJB dan stasiunnya, tetapi akses menuju stasiun yang tengah dipersiapkan ini, baik di Jakarta maupun di Bandung.


Menurutnya, salah satu faktor penentu selain kecepatan waktu tempuh Jakarta--Bandung adalah akses angkutan umum di Jakarta dan di Bandung.


Adapun di Jakarta menurutnya, dengan sudah adanya berbagai pilihan moda transportasi umum, seperti Trans Jakarta, Kereta Commuter Line, Moda Raya Terpadu dan Lintas Rel Terpadu tidak menjadi persoalan yang besar.


Sementara itu, akses di kota Bandung terangnya yang menjadi permasalahan. Dia menyarankan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung segera membenahi fasilitas angkutan umumnya. "Perbaiki angkutan umum di Bandung dan ini tanggjung jawab Wali Kota Bandung," imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
transportasi, Kereta Cepat

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup