ADHI Raih Kontrak Baru Rp5 Triliun

Beberapa proyek yang didapat Adhi Karya antara lain RDMP Office & Lab Pertamina, pembangunan sulfur jetty & pengerukan TUKS Migas, gedung apartemen di wilayah Cikunir, dan renovasi Gedung Karya Kementerian Perhubungan.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 19 Juni 2019  |  15:46 WIB
ADHI Raih Kontrak Baru Rp5 Triliun
Foto aerial proyek pembangunan Light Rail Transit (LRT) Jabodebek, di kawasan Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Rabu (2/1/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA --  PT Adhi Karya Tbk. meraup perolehan kontrak baru sebanyak Rp5 triliun hingga Mei 2019. Perseroan meyakini perolehan kontrak baru bakal lebih banyak di paruh kedua 2019 sejalan dengan iklim usaha yang lebih kondusif pascapilpres.

Direktur Keuangan Adhi Karya, Entus Asnawi mengatakan perolehan kontrak hingga lima bulan 2019 setara 20% dari target perolehan kontrak baru perseroan sepanjang 2019. Dia menyebut, kontrak baru berasal dari proyek energi, proyek pembangunan properti, dan sejumlah pekerjaan sipil.

Beberapa proyek yang didapat Adhi Karya antara lain RDMP Office & Lab Pertamina, pembangunan sulfur jetty & pengerukan TUKS Migas, gedung apartemen di wilayah Cikunir, dan renovasi Gedung Karya Kementerian Perhubungan.

Entus menerangkan, perolehan kontrak baru di paruh pertama 2019 belum begitu banyak. Dia beralasan, para pemilik proyek menunda pelelangan proyek-proyek baru karena berlangsung momen pemilihan legislatif dan pemilihan presiden pada April 2019. "Kemarin juga kecegat lebaran, jadi banyak yang ditunda. Mudah-mudahan di semester kedua lebih lancar," ujarnya kepada Bisnis, Rabu (19/6).

Di sisi lain, Adhi Karya juga telah menerima realisasi pembayaran ketiga untuk proyek kereta ringan light rail transit (LRT) Jabodetabek Tahap I senilai Rp1,2 triliun (di luar pajak) pada akhir Mei 2019 lalu dari PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Berdasarkan keterangan resmi yang dilansir perseroan, pembayaran tersebut dikucurkan berdasarkan progres konstruksi LRT Jabodetabek Tahap I dalam periode Juli 2018 s.d September 2018.

Secara kumulatif, Adhi Karya telah menerima pembayaran sebanyak Rp7,1 triliun sejak September 2015. Perseroan juga telah mengajukan mengajukan rencana pembayaran keempat untuk progres pekerjaan dari bulan Oktober 2018 s.d maret 2019 senilai Rp2,8 triliun.

Untuk diketahui, pembayaran atas pekerjaan konstruksi LRT Jabodebek dilakukan oleh pemerintah melalui PT KAI berdasarkan hasil progres pekerjaan yang telah dievaluasi dan diperiksa oleh BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan).

Per 24 Mei 2019, progres  pembangunan prasarana LRT Jabodebek Tahap I telah mencapai 62,6%. Berdasarkan lintas, progres paling maju tercatat di pelayanan Cawang-Cibubur (82,3%), disusul lintas Cawang-Bekasi Timur (56,6%), dan Cawang-Kuningan-Dukuh Atas (51,5%).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
adhi karya, proyek infrastruktur

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top