Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bulog Optimistis Layani 70 Persen BPNT

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Tri Wahyudi menyampaikan bahwa perseroan memiliki kurang lebih 37 mesin pengolahan yang tersebar di wilayah penyerapan gabah seluruh Indonesia, dan bersinergi dengan mitra maupun swasta dalam penyediaan kebutuhan beras untuk stok pemerintah maupun komersial.
Pekerja mengangkut stok beras Bulog untuk didistribusikan ke pasar-pasar di Gudang Sub-Divre Bulog Serang, di Serang, Banten, Jumat (10/5/2019)./ANTARA-Asep Fathulrahman
Pekerja mengangkut stok beras Bulog untuk didistribusikan ke pasar-pasar di Gudang Sub-Divre Bulog Serang, di Serang, Banten, Jumat (10/5/2019)./ANTARA-Asep Fathulrahman

Bisnis.com, JAKARTA – Perum Bulog berbenah untuk melayani 70 persen penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dengan menyediakan produk pangan berkualitas dan terjangkau khususnya beras, baik beras medium maupun premium sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Tri Wahyudi menyampaikan bahwa perseroan memiliki kurang lebih 37 mesin pengolahan yang tersebar di wilayah penyerapan gabah seluruh Indonesia, dan bersinergi dengan mitra maupun swasta dalam penyediaan kebutuhan beras untuk stok pemerintah maupun komersial.

“Bulog punya kompetensi tersebut sehingga kami yakin mampu meraih pasar BPNT lebih dari 70 persen. Di semester 1 tahun 2019 ini, Bulog mampu menyerap gabah petani sebanyak 650.000 ton sesuai dengan harga pembelian pemerintah (HPP) dalam Inpres no 5/2015 dengan fleksibilitas 10 persen," katanya Jumat (14/6).

Menurutnya terdapat efek bola salju dengan Bulog sebagai penyedia beras untuk BPNT yakni petani akan bergairah menanam karena ada kepastian dibeli hasil panennya, agen BPNT (agen himbara dan E-Warong) akan menerima beras yang berkualitas dan terjangkau harganya sehingga memberikan keuntungan bagi agen.

Dengan adanya jaminan Bulog sebagai penyedia beras BPNT, ada keseimbangan dalam penugasan Bulog untuk menjaga ketahanan pangan disisi hulu dan hilir. Di sisi hulu, Bulog dapat menyerap gabah petani sebanyak-banyaknya baik untuk stok maupun untuk BPNT.

Sementara itu di sisi hilir, beras hasil penyerapan dari petani disalurkan untuk penerima bantuan sehingga stok yang menumpuk dan mengakibatkan turun mutu akan berkurang.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Pandu Gumilar

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper