Berikut Strategi Antisipasi Macet Arus Balik

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi membeberkan beberapa strategi untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan pada arus balik.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 09 Juni 2019  |  06:17 WIB
Berikut Strategi Antisipasi Macet Arus Balik
Kendaraan arus balik Lebaran merayap diruas tol Cikampek, Jawa Barat, Sabtu (8/5). Kemacetan tersebut akibat meningkatnya volume kendaraan serta pertemuan arus kendaraan dengan ruas tol Cikampek di kilometer 66. Untuk mengurai kemacetan pihak kepolisian memberlakukan satu arah (oneway)./JIBI - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi membeberkan beberapa strategi untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan pada arus balik.

Budi Karya menjelaskan ada beberapa diskresi untuk menghadapi arus balik sejak H+1 Lebaran. Salah satunya yaitu mengatur penggunaan rest area, sebab pada masa arus mudik lokasi istirahat kerap menjadi titik penumpukan kepadatan lalu lintas.

"Saya mengimbau agar pemudik tidak melakukan pemberhentian di rest area, kalau tidak mendesak. Jika jarak tempuh mencapai 6 jam dan kondisi badan atau tingkat kebugarannya maksimal maka mereka tidak perlu berhenti. Kalaupun harus berhenti tapi sebentar saja. Apabila tidak dalam keadaan darurat, yang paling penting jangan berhenti di bahu jalan karena berbahaya dan menimbulkan kemacetan," katanya dalam siaran resmi Sabtu (8/6).

Diskresi lain yang dilakukan yaitu melakukan rekayasa lalu lintas melalui penerapan satu arah (one way) yang diberlakukan mulai hari ini pukul 14.05 WIB dari KM 414 Gerbang Tol Kalikangkung sampai dengan KM 70 GT Cikampek Utama. 

Namun untuk selanjutnya, one way akan diberlakukan mulai pukul 12.00 WIB. Sedangkan contra flow dari KM 61 sampai dengan KM 33 diberlakukan secara situasional. 

One way ini berlaku selama empat hari dari tanggal 7 Juni hingga 10 Juni 2019 dan bersifat situasional menyesuaikan kondisi lalu lintas. Menhub berharap masyarakat dapat melakukan perjalanan balik di waktu yang tepat. 

"Harapan kita memang yang berangkat arus balik pada hari ini atau memang setelah tanggal 10 Juni, kita sangat menghindari tanggal 9 Juni karena sebagai puncak arus balik, cukup berbahaya kalau kita tidak lakukan secara intensif," kata Budi Karya.

Lebih lanjut Menhub mengatakan, diskresi lain yang juga akan dilakukan yaitu merekomendasikan Gerbang Palimanan untuk ditiadakan atau dinonaktifkan jika panjang kemacetan sudah mencapai hingga 3 Km. Terkait hal ini, Menhub mengatakan akan mengeluarkan surat edaran kepada Kepolisian dan stakholder terkait untuk melakukan diskresi tersebut.

"Sejak kemarin saya rekomendasikan gerbang Palimanan ditiadakan jika kemacetan sudah mencapai 3 Km. Kita akan koordinasikan insya Allah malam ini akan kita keluarkan semacam surat edaran sehingga besok bisa berjalan. Ya kita memang tidak mengharapkan ada macet hingga 3 km, tapi kita tidak ingin ambil resiko jika memang terjadi. Ini dilakukan sebagai langkah antisipasi," pungkasnya

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Mudik Lebaran

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top