JP Morgan: Bank Of Japan Bakal Pangkas Suku Bunga Jangka Pendek

Bank of Japan, bank sentral Jepang, dikabarkan bakal menurunkan suku bunga jangka pendek pada September sebagai langkah antisipasi atas risiko yang ditimbulkan oleh penurunan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve ata The Fed.
Oktaviano DB Hana | 07 Juni 2019 19:31 WIB
Bank of Japan - REUTERS

Bisnis.com, JAKARTA – Bank of Japan, bank sentral Jepang, dikabarkan bakal menurunkan suku bunga jangka pendek pada September 2019.

Penaikan ini sebagai langkah antisipasi atas risiko yang ditimbulkan oleh penurunan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve ata The Fed.

Hal ini diungkapkan JPMorgan Chase & Co., firma sekuritas, perbankan dan investasi global, dalam sebuah catatan penelitiannya, seperti dilaporkan Bloomberg, Jumat (7/6/2019).

Hiroshi Ugai, kepala ekonom Jepang di JPMorgan, menjelaskan langkah The Fed tersebut diperkirakan bakal terealisasi pada September dan Desember 2019 lantaran meningkatnya ketegangan dalam perdagangan Amerika Serikat dan China. Faktor pendukung lainnya adalah adanya ancaman tarif yang diungkapkan Presiden AS Donald Trump kepada Meksiko.

Faktor-faktor tesebut dinilai bakal meningkatkan risiko terhadap pertumbuhan global yang diperkirakan bakal memburuk. Oleh karena itu, Bank of Japan (BOJ) akan menurunkan suku bunga jangka pendek dari -0,1% menjadi -0,3% pada September 2019.

“[Kondisi] itu akan menekan BOJ untuk bertindak, mencegah melebarnya penurunan tingkat suku bunga The Fed di tengah penguatan yen dan pertumbuhan ekonomi serta tekanan inflasi yang memburuk,” kata Ugai.

Dia menambahkan JPMorgan akan merevisi turun prospek pertumbuhan ekonomi Jepang pada minggu depan setelah negara berjuluk ‘Matahari Terbit’ itu merilis data produk domestik bruto kuartal pertama.

Bila tidak menanggapi langkah The Fed, jelasnya, BOJ akan menghadapi risiko peningkatan tajam nilai tukar yen.

Sebelum peningkatan ketegangan hubungan AS-China terjadi baru-baru, sebenarnya kian banyak ekonom yang mulai memprediksi bahwa BOJ akan melakukan pelonggaran moneter tambahan dalam menghadapi kendurnya pertumbuhan ekonomi dan inflasi. Namun, relatif hanya relatif sedikit yang memperkirakan bahwa pelonggaran tersebut terwujud melalui penurunan tingkat suku bunga, yang secara luas tidak populer di Jepang.

“BOJ kemungkinan akan menawarkan beberapa kompensasi kepada bank untuk mengurangi tekanan pada keuntungan mereka,” jelas Ugai.

Ugai menjelaskan sebelumnya JPMorgan memperkirakan perubahan kebijakan BOJ masih akan sesuai dengan janjinya untuk mempertahankan suku bunga sangat rendah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank of japan, ekonomi global

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top