JELAJAH JAWA BALI 2019 : Penumpang Banyuwangi-Sapekan Naik 10 Persen

Pelindo III Terminal Tanjung Wangi Banyuwangi mencatat terjadi kenaikan penumpang tujuan Banyuwangi-Sapeken sebanyak 10 persen lantaran mahalnya harga tiket pesawat.
Tim Jelajah Jawa-Bali 2017
Tim Jelajah Jawa-Bali 2017 - Bisnis.com 03 Juni 2019  |  11:02 WIB
JELAJAH JAWA BALI 2019 : Penumpang Banyuwangi-Sapekan Naik 10 Persen
Pemudik bersiap memasuki KM Sabuk Nusantara 92 di Pelabuhan Tanjungwangi, Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (26/5/2019). - ANTARA/Budi Candra Setya

Bisnis.com, BANYUWANGI - Pelindo III Terminal Tanjung Wangi Banyuwangi mencatat terjadi kenaikan penumpang tujuan Banyuwangi-Sapeken sebanyak 10 persen lantaran mahalnya harga tiket pesawat.

General Manager PT Pelindo III Tanjung Wangi Banyuwangi Nizar Fauzi mengatakan sejak H-7 lebaran atau 29 Mei 2019 hingga H-4 Lebaran atau 1 Juni 2019 jumlah penumpang mudik di Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi menuju Sapeken, Madura adalah sebanyak 1.995 penumpang. Jumlah ini lebih banyak 10 persen dari total kondisi periode smaa tahun lalu.

Menurutnya, dahulu pemudik biasanya menggunakan perjalanan ke kampung halaman menggunakan pesawat menuju Surabaya.

Sesampainya di Surabaya baru menyeberang menuju Sapeken. Lantaran, mahalnya tiket pesawat, pemudik memilih menggunakan moda transportasi laut salah satunya keberangkatan dengan kapal di Pelabuhan Tanjung Wangi.

Adapun puncak arus mudik terjadi pada Sabtu (1/6/2019) dengan memberangkatkan dua kapal reguler yakni KM Sabuk Nusantara 115 dan KM Sabuk Nusantara 92 yang masing-masing menampung 475 penumpang dan 145 penumpang. Total ada 4 unit kapal yang beroperasi selama arus mudik yakni 3 kapal reguler dan 1 kapal charter milik Dinas Perhubungan.

Tiga kapal reguler tersebut yakni KM Sabuk Nusantara 115 dengan kapasitas 450 penimpang, KM Sabuk Nusantara 350 dengan kapasitas 46 penumpang, dan KM Sabuk Nusantara 92 dengan kapasitas penumpang 114 penumpang. Satu kapal charter milik Dinas Perhubungan yakni KM Dharma Sumekar 1 dengan kapasitas 240 penumpang.

"Penumpang selalu full, malah KSOP ngasi ekstra 10 persen tetapi banyak yang muat," katanya kepada Tim Jelajah Jawa Bali 2019, Senin (3/6/2019).

Menurutnya, selain karena tiket pesawat mahal, banyaknya pemudik yang bekerja di Bali menjadikan moda transportasi kapal laut menjadi pilihan para pemudik.

Selain, karena aktivitas perdagangan yang semakin meningkat untuk melakukan pembelian barang di kawasan Banyuwangi untuk dibawa ke Madura.

"Kemarin juga yang gratis cuma 1 kapal, tahun ini yang gratis 1 tetapi melayani dua trip," katanya.

Tim Jelajah Jawa-Bali 2019 (Rayful Mudassir, Aziz Rahardyan, Mutiara Nabila, Wibi Pangestu Pratama, Ni Putu Eka Wiratmini)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jelajah Jawa-Bali

Program Liputan Lebaran Jelajah Jawa-Bali 2019 ini didukung oleh:
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Pelabuhan Indonesia III (Persero), PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., PT Waskita Karya (Persero) Tbk., PT Suzuki Indomobil Sales, PT Telekomunikasi Selular, PT Astra International Tbk. - Isuzu Sales Operation, PT Mitra Pinasthika Mustika Rent, PT XL Axiata Tbk., PT Astra Toll Nusantara, Perum LPPNPI (Airnav Indonesia), PT Astra Honda Motor, PT Samsung Electronics Indonesia, dan PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir.

Sumber : Jelajah Jawa-Bali 2019

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top