JELAJAH LEBARAN JAWA-BALI 2019: Perajin Keramik Malang Belum Terdampak Tol

Keberadaan jalan tol ruas Pandaan-Malang belum menggairahkan bisnis keramik di Malang, Jawa Timur.
Tim Jelajah Jawa-Bali 2017
Tim Jelajah Jawa-Bali 2017 - Bisnis.com 03 Juni 2019  |  00:24 WIB
JELAJAH LEBARAN JAWA-BALI 2019: Perajin Keramik Malang Belum Terdampak Tol
Kerajinan keramik Malang, Jawa Timur. - Bisnis/Reni Lestari

Bisnis.com. MALANG – Edy Sujarwo, 54 tahun, tersenyum ramah saat Tim Jelajah Lebaran Jawa-Bali 2019 menyambangi kiosnya di Jalan M. T. Haryono, Malang, Jawa Timur.

Kios berukuran sekitar 2 x 4 meter tersebut dipenuhi rak-rak tempat suvenir keramik aneka jenis dan warna dipajang.

Di sepanjang jalan tersebut berjejer puluhan show room suvenir keramik yang menyatu dengan rumah-rumah warga. Di ujung jalan, tertera papan penanda bertuliskan "Kampung Wisata Keramik Dinoyo".

Edy menuturkan penjualan biasanya meningkat jelang liburan dan hari-hari besar seperti Lebaran. Namun demikian, jelang Lebaran tahun ini dia mengaku tak mengalami naiknya permintaan suvenir keramik.

Pun demikian dengan dampak dari pembangunan jalan tol Trans Jawa, tepatnya ruas Pandaan-Malang yang melintasi Kota Apel. Menurutnya belum juga tampak kegairahan ekonomi meningkat di kampung wisata ini karena pembangunan infrastruktur tersebut.

"Kami belum merasakan dampaknya. Sebenarnya setiap paguyuban pengrajin ketemu pemerintah, yang dibahas adalah soal akses jalan," ujar Edy pada Minggu (2/6/2019).

Kampung Wisata Keramik Dinoyo berada tidak jauh dari Gerbang Tol Singosari, Malang.

Akses jalan, menurutnya, sudah membaik setelah 2010. Sebelumnya bus pariwisata tak bisa parkir di dekat kawasan ini, juga praktik pungutan parkir liar yang merugikan citra kampung wisata ini.

Kampung Wisata Keramik Dinoyo terletak tidak jauh dari exit tol Singosari Malang. Jarak tempuhnya sekitar 10 km dengan perkiraan 25 menit berkendara. Sementara dari alun-alun Malang jaraknya sekitar 7 km.

Edy berharap pemerintah terus memperbaiki akses jalan dan fasilitas umum di Kampung Wisata ini. "Katanya rencana mau dibangun apartemen di dekat sini. Kami tidak setuju karena apartemen tidak mendukung sama sekali lingkungan kampung keramik, " ujar Edy.

Di akhir perbincangan Tim Jelajah Lebaran Jawa-Bali 2019 membawa mangkuk dan gelas kecil bermotif tempelan katak sebagai buah tangan. Cukup dengan uang selembar Rp50.000 saja untuk dua barang tersebut. Tak lama, Edy mengulurkan uang kembalian Rp5.000. Indah dan murah bukan?

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jelajah Jawa-Bali

Program Liputan Lebaran Jelajah Jawa-Bali 2019 ini didukung oleh:
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Pelabuhan Indonesia III (Persero), PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., PT Waskita Karya (Persero) Tbk., PT Suzuki Indomobil Sales, PT Telekomunikasi Selular, PT Astra International Tbk. - Isuzu Sales Operation, PT Mitra Pinasthika Mustika Rent, PT XL Axiata Tbk., PT Astra Toll Nusantara, Perum LPPNPI (Airnav Indonesia), PT Astra Honda Motor, PT Samsung Electronics Indonesia, dan PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir.

Sumber : Jelajah Jawa-Bali 2019

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top