Menhub : Jangan Hanya Trans-Jawa, Jalur Selatan Juga Favorit Pemudik

Kementerian Perhubungan mengimbau masyarakat untuk menggunakan jalur selatan sebagai alternatif mudik Lebaran 2019, tidak hanya melalui tol Trans Jawa.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 29 Mei 2019  |  13:28 WIB
Menhub : Jangan Hanya Trans-Jawa, Jalur Selatan Juga Favorit Pemudik
Ilustrasi - Sejumlah kendaraan melintas di jalur Selatan Lingkar Gentong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (15/6). Jalur lintas selatan menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur menjadi rute pemudik pada arus mudik dan arus balik Idul Fitri 1438 H, selain jalur Pantura Jawa atau jalan Tol Palimanan. ANTARA FOTO - Adeng Bustomi

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perhubungan mengimbau masyarakat untuk menggunakan jalur selatan sebagai alternatif mudik Lebaran 2019, tidak hanya melalui tol Trans Jawa.


Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menuturkan jalur selatan dapat berguna menghindari terjadinya kepadatan kendaraan di jalan Tol Trans Jawa yang diprediksi menjadi jalur favorit para pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi.


Menurutnya, jalur selatan bisa menjadi alternatif yang baik untuk dilewati para pemudik, karena kondisinya dipastikan siap untuk menghadapi arus mudik dan balik Lebaran tahun ini.


“Jalur selatan ini menjadi favorit dan bisa menjadi alternatif bagi pemudik. Jadi orang jangan hanya menggunakan jalan tol saja. Oleh karenanya kami melihat ini supaya memastikan jalan selatan ini berjalan dengan baik dan jalur selatan telah siap untuk menghadapi arus mudik dan balik tahun ini,” ungkapnya dalam keterangan resmi, Rabu (29/5/2019).

Dia menyampaikan bahwa, jalur selatan Jawa seperti Nagreg, Tasikmalaya, dan Garut, diprediksi akan lebih lengang daripada jalur yang lain. Selain itu, dengan pemandangan yang indah dan banyak tempat pariwisata bisa menjadi pilihan jalur yang menyenangkan bagi pemudik.


Menhub memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada tanggal 31 Mei 2019 dalam kunjungannya ke Garut, Jawa Barat. Selain Menhub ikut dalam rombongan peninjauan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek dan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Rudi Sufahriadi.


Dia menjelaskan guna menjamin keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas dan angkutan jalan, serta mengoptimalkan penggunaan dan pergerakan lalu lintas, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia No. 37/2019 Tentang Pengaturan Lalu Lintas Pada Masa Angkutan Lebaran Tahun 2019, jalur Bandung-Nagreg-Tasikmalaya adalah salah satu jalur yang terkena dampak pembatasan ini.


“Kita memang akan melakukan pelarangan kendaraan berat kecuali truk yang mengangkut sembako mulai tanggal 30 Mei sampai 2 Juni 2019,” ungkapnya.


Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani mengatakan bahwa dia mengapresiasi pihak-pihak terkait yang telah mempersiapkan pengaturan lalu lintas untuk arus mudik lebaran khususnya di jalur selatan Jawa Barat.


“Bagaimana pengaturan arus satu arah atau bagaimana nanti membuat jalur-jalur tertentu agar tidak macet oleh pihak kepolisian di sini bekerja sama dengan Bupati, Pemda dan Kementerian terkait yang sudah menyiapkan. Untuk kesehatan juga sudah disediakan posko kesehatan, arus mudik alternatif pun sudah disiapkan," kata Puan.


Dia mengapresiasi apa yang telah dilakukan pihak-pihak terkait yang sudah menyiapkan arus mudik lebaran, kali ini dapat berjalan lebih baik dan lancar. Rombongan juga berkesempatan untuk meninjau Pos pelayanan lebaran yang diselenggarakan oleh Polres Bandung di Cikaledong Nagreg.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tol trans jawa, mudik lebaran 2019

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top