Produksi Sepatu Digenjot sebelum Pabrik Libur saat Lebaran

Sebagian pelaku industri menyatakan telah mempersiapkan produk masing-masing untuk menghadapi lonjakan permintaan pada akhir bulan Ramadhan. Salah satu penyebab lonjakan tersebut adalah adanya pendapatan tambahan seperti tunjangan hari raya (THR) maupun gaji ketigabelas.
Tim Jelajah Lebaran Jawa-Bali
Tim Jelajah Lebaran Jawa-Bali - Bisnis.com 29 Mei 2019  |  14:30 WIB
Produksi Sepatu Digenjot sebelum Pabrik Libur saat Lebaran
Pekerja menyelesaikan produksi sepatu untuk ekspor. - JIBI/Wahyu Darmawan

Bisnis.com, JAKARTA – Sebagian pelaku industri menyatakan telah mempersiapkan produk masing-masing untuk menghadapi lonjakan permintaan pada akhir bulan Ramadhan. Salah satu penyebab lonjakan tersebut adalah adanya pendapatan tambahan seperti tunjangan hari raya (THR) maupun gaji ketigabelas.

PT Unilever Indonesia Tbk. memaparkan perseroan akan menggenjot kapasitas produksi pada kuartal yang memiliki masa lebaran. Hal tersebut guna menghindari potensi kerugian pada saat cuti bersama selama 2 Minggu sebelum Idul Fitri.

Direktur Costumer Development PT Unilever Indonesia Tbk. Enny Hartati Sampurno mengatakan perseroan menggenjot kapasitas produksi beberapa bulan sebelum Ramadhan mengingat adanya beberapa hambatan produksi mendekati lebaran. Menurutnya, alsana penggenjotan produksi adalah pabrik perseroan akan tutup pada saat masa cuti bersama dan restriksi perjalanan logistik.

"Jadi, seakan-akan sebelum lebaran produksinya naik. Lonjakan produksi itu ada karena pabrik tutup, tidak ada transport [logistik produk], dan permintaan yang naik," ujarnya belum lama.

Dengan kata lain, tambahnya, perseroan harus menutup volume produksi selama 2 Minggu. "Intinya kami tidak ingin barang kami kosong."

Senada, Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Firman Bakri mengutarakan permintaan sepatu di pasar domestik diyakini menguat menjelang Lebaran.

Beberapa faktor pendorongnya antara lain penerimaan tunjangan hari raya (THR) dan kenaikan gaji pegawai negeri sipil (PNS) dan budaya masyarakat Indonesia yang menggunakan THR untuk membeli keperluan sandang, termasuk alas kaki, baru saat Hari Raya Idul Fitri.

“Setelah Lebaran, ada tahun ajaran baru sekolah sekitar Juni—Juli, ini juga mendorong konsumsi alas kaki nasional,” katanya.

Tim Jelajah Jawa-Bali 2019: Yustinus Andri, Muhammad Ridwan, Andi M Arief, Maria Elena, Reni Lestari

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jelajah Jawa-Bali

Program Liputan Lebaran Jelajah Jawa-Bali 2019 ini didukung oleh:
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Pelabuhan Indonesia III (Persero), PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., PT Waskita Karya (Persero) Tbk., PT Suzuki Indomobil Sales, PT Telekomunikasi Selular, PT Astra International Tbk. - Isuzu Sales Operation, PT Mitra Pinasthika Mustika Rent, PT XL Axiata Tbk., PT Astra Toll Nusantara, Perum LPPNPI (Airnav Indonesia), PT Astra Honda Motor, PT Samsung Electronics Indonesia, dan PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir.

Sumber : Jelajah Jawa-Bali 2019

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top