Kemenhub Terapkan Standar Keselamatan Tinggi Bus AKAP Trans-Jawa

Kementerian Perhubungan juga mengatur standar keselamatan bagi para operator otobus (PO) yang tergabung dalam trayek bus antarkota antarprovinsi (AKAP) Tol Trans-Jawa dari Jakarta ke Surabaya.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 27 Mei 2019  |  19:47 WIB
Kemenhub Terapkan Standar Keselamatan Tinggi Bus AKAP Trans-Jawa
Ilustrasi - Deretan bus AKAP - Bisnis/Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan juga mengatur standar keselamatan bagi para operator otobus (PO) yang tergabung dalam trayek bus antarkota antarprovinsi (AKAP) Tol Trans-Jawa dari Jakarta ke Surabaya.


Direktur Angkutan Jalan Kementerian Perhubungan Ahmad Yani menuturkan, ada tiga aspek yang diatur Kemenhub guna menjaga kualitas dan keselamatan pengguna AKAP Tol Trans-Jawa.


"Kami menetapkan kriteria, aspek perusahaan, kendaraan dan teknis pelayanan. Aspek perusahaan yang mengikuti trayek ini, harus mengikuti sistem menejemen keselmatan dan tergabung dalam e-log book Kemenhub," terangnya dalam peluncuran di Terminal Pulo Gebang, Senin (27/5/2019).


Selain itu, aspek teknis kendaraan diatur pula mulai dari batasan minimal tenaga kudanya, pengeraman ABS, dan air suspension. "Dalam rangka meningkatkan pelayanan dengan kriteria-kriteria ini, diharapkan pola pelayanan AKAP Tol Trans-Jawa semakin efektif selain cepat juga nyaman sebagaimana moda lainnya," tuturnya.


Dia menuturkan, trayek baru tersebut menyasar pengguna moda udara dan kereta api yan gmau berpindah karena biaya tarif yang lebih tinggi. Dia memastikan, tarif bus AKAP akan lebih murah dari kereta api dan penerbangan, sehingga dapat bersaing.


Dia berharap, dengan semaikin diminatinya pelayanan moda angkutan jalan ini menjadi momentum kebangkitan moda tersebut.


Dia mengaku mendapat laporan dari Organisasi Angkutan Darat (Organda) penjualan tiket sudah naik 20% seiring dengan kehadiran infrastruktur Tol Trans-Jawa dan Trans-Sumatra.


"Semoga momentum ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh pengusaha angkutan dengan pembenahan diri, manajemen persuahaan, SDM dan pemanfaatan teknologi informasi, sehingga dapat berkompetisi dengan pelayanan moda lainnya," terangnya.

Layanan bus AKAP Tol Trans-Jawa resmi dioperasikan pada 27 Mei 2019 ini, dengan operator 8 perusahaan otobus (PO), 36 armada yang melayani trayek Jakarta--Surabaya dengan berhenti di rest area Semarang dan Solo.


Penumpang yang berangkat dari Jakarta maupun Surabaya dan menuju Semarang atau Solo dapat berhenti di rest area tersebut dan menggunakan angkutan pengumpan yang disediakan PO ke terminal terdekat.

Sementara itu, besaran tarif dikembalikan ke masing-masing PO karena bus tersebut termasuk bus non-ekonomi yang pengaturan tarifnya dikembalikan ke mekanisme pasar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Kemenhub, tol trans jawa, bus akap

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup