Kemen ESDM Usulkan Produksi Migas Luar Negeri Dicatatkan Sebagai Devisa

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengharapkan produksi migas bagian PT Pertamina (Persero) di luar negeri dicatatkan sebagai devisa masuk dan bukan sebagai impor.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 27 Mei 2019  |  13:57 WIB
Kemen ESDM Usulkan Produksi Migas Luar Negeri Dicatatkan Sebagai Devisa
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA—Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengharapkan produksi migas bagian PT Pertamina (Persero) di luar negeri dicatatkan sebagai devisa masuk dan bukan sebagai impor.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan perumusan kebijakan tersebut dilakukan dengan tujuan untuk pencatatan ekspor-impor migas yang lebih tepat.

"Pemerintah sedang merumuskan volume entitlement Pertamina di luar negeri yang dibawa ke Indonesia itu dicatatkan sebagai devisa masuk, karena selama ini dicatat sebagai volume impor," katanya di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (24/5/2019).

Selama ini bagian produksi migas Pertamina di luar negeri, menurutnya, dianggap seperti produk impor. Padahal produksi migas yang dibawa Pertamina ke Tanah Air menghasilkan devisa, sehingga sebaiknya tidak diperlalukan seperti produk impor.

Arcandra mengamini perubahan pencatatan dapat membantu mengurangi defisit neraca perdagangan.

Terpisah, Direktur Utama PT Pertamina Internasional EP (PIEP) Denie Tampubolon mengatakan hasil produksi migas PIEP tahun ini ditargetkan sekitar 160.000 barrel oil equivalent (BOE).

"Sebagian dari entitlement minyak bisa dibawa ke Indonesia dan transaksi antara PIEP dan Pertamina tidak melibatkan transaksi layaknya jual-beli , sifatnya pindah buku saja," katanya.

Bagian produksi milik Pertamina yang dibawa ke Indonesia berasal dari Malaysia dan Aljazair, sekitar US$470 juta.

Tahun lalu, PIEP memproduksi minyak sebanyak 102.000 BOPD dan gas 299 MMscfd dari Aljazair, Malaysia, Irak, Gabon, Tanzania. Dia berharap, ke depannya bagian produksi mgias Pertamina dapat lebih banyak ke Tanah Air.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pertamina, migas

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top