Schneider Indonesia Siapkan Program Vokasi Kembangkan SDM

PT Schneider Electric Indonesia (SEI) akan berperan aktif dalam mendorong salah satu program pemerintah pada tahun ini, yakni pengembangan sumber daya manusia. Secara kumulatif, perseroan akan memberikan pelatihan kepada setidaknya 18.000 orang hingga 2024.
Andi M. Arief | 23 Mei 2019 11:40 WIB
Country President Schneider Electric Indonesia Xavier Denoly, menjawab pertanyaan peserta, usai membuka Schneider Electric Innovation Day 2019, di Jakarta, Kamis (4/4/2019). - Bisnis/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA – PT Schneider Electric Indonesia (SEI) akan berperan aktif dalam mendorong salah satu program pemerintah pada tahun ini, yakni pengembangan sumber daya manusia. Secara kumulatif, perseroan akan memberikan pelatihan kepada setidaknya 18.000 orang hingga 2024.

Country President SEI Xavier Denoly mengatakan, perseroan memiliki komitmen global untuk berkontribusi pada komunitas lokal melalui transfer pengetahuan dan pengembangan talenta muda. Maka dari itu, perseroan akan memberikan beberapa bantuan melalui program seperti program Pusat Keunggulan (Centre of Excellence), Pelatihan & Sertifikasi Profesional, program kompetisi universitas, dan pemberian bantuan peralatan universitas dan politeknik.

“Untuk tahun ini, Schneider Electric menargetkan lebih dari 8.000 siswa SMK [sekolah menengah kejuruan] yang memperoleh transfer pengetahuan melalui program Centre of Excellence maupun Digital Internship,” ujarnya kepada Bisnis, Kamis (23/5/2019).

Xavier menambahkan, Digital Internship merupakan kesempatan yang diberikan perseroan kepada para siswa SMK untuk terlibat dalam pengembangan pabrik pintar. Adapun, program Centre of Exellence merupakan fasilitas pengembangan berstandar internasional bagi tenaga pendidik untuk menghubungkan akademik dan kebutuhan industri.

Tenaga pelatih dalam fasilitas tersebut akan dipimpin oleh ahli kelistrikan Prancis. Adapun, kurikulum yang diterapkan di fasilitas tersebut akan diintegrasikan dalam Standar Kompetensi Nasional Indonesia.  “[Fasilitas] ini akan melatih 240 guru dan menargetkan 10.800 siswa SMK siap kerja dalam 5 tahun ke depan,” ucapnya.

Pihaknya juga akan membekali guru-guru tersebut dengan peralatan yang digunakan saat berlatih ketika kembali ke sekolahnya masing-masing. Selain itu, perseroan bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan kebudayaan untuk merevitalisasi fasilitas laboratorium secara bertahap di 184 SMK di seluruh Indonesia hingga 2022.

Xavier menilai pemenuhan sumber daya manusia yang dapat memenuhi permintaan industri di era digitalisasi menjadi krusial. Maka dari itu, Xavier mengapresiasi kebijakan superdeductible tax yang dicanangkan terbit pada tahun ini.

“Ini akan meningkatkan tingkat kompetensi sumber daya manusia Indonesia yang nantinya akan mampu meningkatkan produktivitas operasional di sektor manufakturing dan membuka lebih banyak peluang usaha dan meningkatkan jumlah lapangan kerja di Indonesia,” paparnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Vokasi Industri, PT Schneider Electric Indonesia

Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top