Mahasiswa UMM Ciptakan sepatu Multifungsi Bermotif Batik

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mampu menciptakan sepatu multifungsi dengan motif batik sasar pasar internasional.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 23 Mei 2019  |  10:17 WIB
Mahasiswa UMM Ciptakan sepatu Multifungsi Bermotif Batik
Sepatu multifungsi karya mahasiswa UMM. - Bisnis/Istimewa

Bisnis.com, MALANG - Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mampu menciptakan sepatu multifungsi dengan motif batik sasar pasar internasional.

Mahasiswa UMM yang menciptakan sepatu yang bisa memberikan solusi all in one: yakni sneaker, wedje, boot dan juga sandal, yakni Syahmi Kafin Fahreza, Dita Fomara Tuasikal, dan Muhammad Fitrah Ashary Bangun dari Prodi Manajemen.

“Produk Setiawan Mungil (Sepatu Batik Four in One Multifungsi) untuk diikutsertakan dalam Program Kreativitas Mahasiswa-Kewirausahaan (PKM-K) Ristekdikti Tahun 2019,” kata Syahmi, Rabu (22/5/2019).

Dalam kehidupan sehari-hari, kata dia, beragam jenis alas kaki diperuntukan berdasarkan situasi dan kondisi yang dihadapi. Hal tersebut memungkinkan kebanyakan wanita untuk memiliki beberapa jenis alas kaki.

Jika dihadapkan pada situasi yang berbeda dengan selang waktu yang berdekatan, akan merepotkan penggunannya untuk membawa banyak alas kaki.

“Ide itu muncul ketika ada keluhan dari konsumen wanita. Jika mereka berpergian selalu membawa banyak macam sepatu dan sandal. Ya kenapa tidak kami coba untuk membantu memberi solusi all in one,” ungkap Syahmi yang juga seorang wirausahaan sepatu.

Selain memiliki keunggulan dalam menjalankan empat bentuk dan fungsi sebagai sneaker, wedje, boot dan juga sandal, sepatu ini juga menggunakan pesona batik untuk menyasar pasar internasional.

Untuk memastikan hal itu, mereka melakukan survei ke mancanegara dan mendapatkan hasil yang positif. Saat melakukan survei, seorang pemuda asal Jepang menawarkan diri untuk menjadi reseller sepatu tersebut dan akan dibayar dengan harga yang lebih mahal dari harga yang mereka patok, yakni Rp700.000.

“Mereka berani menjual dengan harga Rp1.500.000 di Jepang. Negara Jepang memang sangat minat terhadap produk-produk inovasi, terlebih produk Setiawan Mungil ini sendiri menyentuh unsur kebudayaan Indonesia,” ungkap Fitrah.

Produk mahasiswa UMM itu juga beberapa kali diikutsertakan dalam perlombaan. Penghargaan yang pernah diterima diantaranya, Juara 1 National Bussines Plan Asia Andalas 2019, Juara 1 Expo National Bussines Plan Festival Universitas Kristen Satya Wacana 2019.

Setelah lolos pendanaan PKM-K dan mendapat dana hibah sebesar Rp 7.800.000, dana tersebut digunakan untuk memproduksi 20 pasang sepatu yang akan diikut sertakan pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2019. 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sepatu, Universitas Muhammadiyah Malang

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top