Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penjualan Tepung Terigu Tumbuh Tipis, Ini Penyebabnya

Penjualan tepung terigu sepanjang kuartal pertama 2019 bertumbuh tipis 0,4% secara tahunan menjadi 1,6 juta ton. Apa saja faktor penyebabnya.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 21 Mei 2019  |  13:30 WIB
Gandum dan tepung terigu. - Bogasari
Gandum dan tepung terigu. - Bogasari

Bisnis.com, JAKARTA – Penjualan tepung terigu sepanjang kuartal pertama 2019 bertumbuh tipis 0,4% secara tahunan menjadi 1,6 juta ton. Apa saja faktor penyebabnya.

Direktur Eksekutif Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (Aptindo) Ratna Sari Loppies mengatakan bahwa permintaan tepung terigu pada kuartal I/2019 dipengaruhi oleh faktor Pesta Demokrasi.

"Alhasil, pedagang dalam volume besar [wholasle] dan gudang-gudang di daerah menahan pembelian," ujarnya kepada Bisnis, Senin (20/5/2019).

Selain itu, tekanan juga datang dari masa tahun ajaran baru di sektor pendidikan dan pergerakan komoditas lain yang mempengaruhi preferensi beli masyarakat. Dengan kata lain, permintaan berkurang mengingat konsumen mengubah skala prioritasnya.

Aptindo mencatat permintaan tepung terigu pada 2016 tumbuh mencapai 7,71%. Adapun, pada 2017 dan 2018 permintaan tepung terigu tumbuh melambat masing-masing sebesar 6,67% dan 4,51%.

Permintaan tepung terigu pada akhir tahun lalu mencapai 6,5 juta ton. Adapun, industri nasional mengakomodasi 99,96% dari kebutuhan nasional. Pada kuartal I/2019, permintaan tepung terigu tercatat tumbuh tipis 0,4% secara tahunan menjadi 1,6 juta ton.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tepung terigu
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top