Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemprov Jabar Perbaiki 200 Hunian Tak Layak di Depok

Total bantuan anggaran yang dialokasikan untuk 200 RTLH sebesar Rp3 miliar, di mana setiap penerima manfaat RTLH nantinya akan menerima Rp15 juta.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 13 Mei 2019  |  13:06 WIB

Bisnis.com, DEPOK--Pemerintah Provinsi Jawa Barat tahun ini memberikan bantuan dana untuk memperbaiki 200 rumah warga yang tidak layak huni di Kota Depok.

Kepala Bidang Perumahan Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Depok Refliyanto mengatakan bantuan dana itu merupakan bagian dari program rutin pemerintah provinsi untuk memperbaiki Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat.

"Total bantuan anggaran yang dialokasikan untuk 200 RTLH sebesar Rp3 miliar, di mana setiap penerima manfaat RTLH nantinya akan menerima Rp15 juta," kata Kepala Bidang Perumahan Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Depok Refliyanto di Depok, Senin (13/5/2019).

Dia mengatakan saat ini Tim Fasilitator Lapangan sedang melakukan verifikasi untuk memastikan data penerima manfaat program tersebut.

"Kalau ada nama penerima yang rumahnya telah diperbaiki atau sudah beralih kepemilikan, akan kita alihkan ke daftar penerima yang lain," katanya.

Dia menambahkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat tahun 2017 dan 2018 juga memberikan bantuan perbaikan RTLH untuk 546 rumah warga di Kota Depok.

"Jadi, perbaikan RTLH selain melalui APBD juga dari bantuan provinsi. Mudah-mudahan dengan adanya bantuan ini dapat membantu warga Depok memiliki hunian yang layak dan nyaman untuk ditempati," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bedah rumah rumah tak layak huni

Sumber : Antara

Editor : M. Rochmad Purboyo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top