Akses Air Minum Capai 100 Persen Pada 2030

Konsumsi air minum lewat perpipaan minim karena jaringan pipa yang sudah uzur. Untuk itu, rehabilitasi jaringan perpipaan menjadi agenda prioritas pembangunan PUPR.
Rivki Maulana | 09 Mei 2019 18:23 WIB
Pekerja menyelesaikan pembangunan proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan, di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. - ANTARA/Zabur Karuru

Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan akses air minum bisa mencapai 100 persen pada 2030. Akses air minum diutamakan melalui jaringan perpipaan untuk menekan konsumsi air minum dalam kemasan yang terbilang mahal.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan konsumsi air minum dalam kemasan bisa menguras pendapatan masyarakat karena harga per meter kubik berkisar Rp6 juta hingga Rp12 juta. "Ini yang tidak kita sadari. Kalau air [minum] dari PDAM kan hanya Rp6.000 per meter kubiknya," ujar Basuki di Jakarta, Kamis (9/5/2019).

Menurut Basuki, konsumsi air minum lewat perpipaan minim karena jaringan pipa yang sudah uzur. Untuk itu, rehabilitasi jaringan perpipaan menjadi agenda prioritas pembangunan di lingkup kementerian yang dia pimpin.

Secara umum, Kementerian PUPR menargetkan pembangunan 10 juta sambungan baru untuk meningkatkan akses air minum.Kementerian PUPR membuka peluang bagi badan usaha untuk terlibat dalam pengusahaan SPAM seiring dengan keterbatasan anggaran pemerintah.

Untuk diketahui,  akses air minum layak saat ini belum mencapai 100 persen. Bahkan, akses-akses minum melalui jaringan perpipaan juga masih rendah di bawah kisaran 30%. Hingga akhir 2019, Kementerian PUPR memproyeksi akses air minum hanya akan mencapai 76,2 persen.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
air minum

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup