Cadev Masih Berpeluang Menguat

Posisi cadangan devisa (cadev) April 2019 yang dinilai stabil lebih dipengaruhi oleh penerimaan devisa minyak dan gas (migas).
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 08 Mei 2019  |  11:40 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Posisi cadangan devisa (cadev) April 2019 yang dinilai stabil lebih dipengaruhi oleh penerimaan devisa minyak dan gas (migas).

Kepala Ekonom PT Bank Mandiri Tbk. Andry Asmoro menuturkan, selain devisa migas yang terpengaruh pergerakan harga minyak, pembayaran utang pemerintah turut memberikan andil.

Bank Indonesia (BI) mencatat, posisi cadev Indonesia pada akhir April 2019 senilai US$124,3 miliar. Posisi ini turun jika dibandingkan akhir Maret lalu yang senilai US$124,5 miliar.

Kendati turun tipis, Andry melihat cadev masih berpeluang tumbuh. Bahkan, posisinya lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang hanya mencapai US$120,7 miliar.

"Ke depannya, kami memperkirakan cadev akan mencapai US$124 miliar-US$130 miliar pada akhir tahun 2019," kata dia, Rabu (8/5/2019).

Dia menambahkan, cadev yang kuat ini ditopang oleh dua faktor utama. Pertama, berkurangnya tekanan eksternal seiring bank sentral AS yang lebih dovish sehingga membuka peluang capital inflow ke dalam negeri.

Kedua, perbaikan transaksi berjalan setelah berkurangnya impor di dalam neraca perdagangan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
cadangan devisa

Editor : Tegar Arief

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top