TransJakarta Akan Uji Coba Bus Listrik, PLN Siapkan SPLU Isi Daya Cepat

PLN sedang menyiapkan stasiun penyedia listrik umum dengan pengisian daya cepat untuk pengisian daya bus listrik lantaran Trans Jakarta akan melakukan uji coba pada Juni 2019 nanti.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 06 Mei 2019  |  14:16 WIB
TransJakarta Akan Uji Coba Bus Listrik, PLN Siapkan SPLU Isi Daya Cepat
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) didampingi Dirut TransJakarta Agung Wicaksono (kedua kanan) dan Direktur Operasional TransJakarta Daud Joseph (kiri) mengisi daya ke bus listrik saat uji coba di halaman Balai Kota, Jakarta, Senin (29/4/2019). Pemprov DKI Jakarta bersama PT TransJakarta dan PT Bakrie & Brother Tbk menyelenggarakan uji coba bus listrik yang bertujuan untuk memastikan penggunaan kendaraan listrik sebagai alat transportasi umum di Jakarta. - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA - PLN sedang menyiapkan stasiun penyedia listrik umum dengan pengisian daya cepat untuk pengisian daya bus listrik lantaran Trans Jakarta akan melakukan uji coba pada Juni 2019 nanti.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya Ikhsan Asaad mengatakan kehadiran bus listrik ini akan semakin mendorong bisnis PLN dalam menyediakan listrik untuk masyarakat umum. Saat ini PLN telah memiliki 1.800 stasiun penyedia listrik umum (SPLU) yang tersebar di wilayah Jakarta Raya. Selama ini pengguna SPLU didominasi oleh pedagang kaki lima atau pemilik usaha kecil menengah (UKM). Bus listrik akan menambah porsi kendaraan listrik sebagai pemakai SPLU.

Menurutnya, saat ini Trans Jakarta masih melakukan persiapan berupa rute yang dilalui hingga jenis kendaraan berupa bus umum atau bus wisata yang akan diuji cobakan. Trans Jakarta akan menerjunkan 10 armada untuk uji coba bus listrik tersebut.

Ikhsan mengakui saat ini pengguna SPLU memang didorong untuk kendaraan umum sembari menunggu peralihan masyarakat dalam menggunakan kendaraan listrik sebagai transportasi pribadi. Adapun saat ini, beberapa armada angkutan jasa orang berupa taksi telah beralih menggunakan kendaraan listrik.

"Blue bird sudah mengoperasikan 30 armada taksi listrik, sekarang kita tingkatkan ke trans jakarta," katanya, Minggu (5/5/2019).

Menurutnya, kendaraan listrik tidak hanya akan berdampak positif pada lingkungan karena mengurangi emisi. Kendaraan listrik juga akan mengurangi impor bahan bakar minyak (bbm). Apalagi biaya bahan bakar dengan mengggunakan daya listrik akan lebih murah.

Ikhsaan mengatakan setidaknya untuk menempuh jarak 60 km, motor listrik membutuhkan daya sebesar 3 kwh dengan nilai Rp4.800. Sementara, dengan menggunakan bbm memerlukan 2 liter minyak senilai Rp15.000. "Jadi sepertinya, kami memastikan bagaimana listrik siap gak ad kekhawatiran," katanya.

Sebagai persiapan, PLN juga akan meningkatkan layanan dengan melakukan konversi pada 10 SPLU menjadi fast charging station. Fast charging station akan mempersingkat waktu tambah daya terutama bagi bus yang membutuhkan daya lebih besar dari pada kendaraan lain. Setidaknya, dengan fast charging station, pengisian daya bus listrik pada SPLU biasa yang membutuhkan waktu sekitar 4 jam akan dipersingkat menjadi 2 jam. "Fast charging kita siapkan untuk kendaraan listrik, semuanya," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
listrik, transjakarta

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top