Keamanan 737 MAX-8 Masih Dipertanyakan, Pemegang Saham 'Serang' CEO Boeing

Pemegang saham Boeing Co mencecar manajemen produsen pesawat terbang itu dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pertama setelah dua pesawat 737 MAX-8 mereka mengalami kecelakaan fatal.
Annisa Margrit
Annisa Margrit - Bisnis.com 30 April 2019  |  01:41 WIB
Keamanan 737 MAX-8 Masih Dipertanyakan, Pemegang Saham 'Serang' CEO Boeing
CEO Boeing Co Dennis Muilenburg diam sesaat dalam konferensi pers usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Boeing di Chicago, AS, Senin (29/4/2019). - Reuters/Jim Young

Bisnis.com, JAKARTA -- CEO Boeing Co Dennis Muilenburg dicecar sejumlah pertanyaan setelah 2 pesawat yang diproduksi perusahaan tersebut mengalami kecelakaan fatal dalam rentang waktu 5 bulan.
 
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Chicago, AS, Senin (29/4/2019), para pemegang saham melancarkan berbagai pertanyaan mengenai keamanan pesawat yang diproduksi Boeing dan langkah perusahaan menghadapi krisis yang sedang dialami.
 
Namun, Muilenburg berhasil mempertahankan posisinya sebagai CEO dan Chairman Boeing meski ada beberapa pihak yang ingin dua jabatan itu dipecah. 
 
"Keamanan adalah inti dari semua yang kami kerjakan. Setiap hari, kami berupaya menjadi lebih baik," ujarnya, seperti dilansir dari Reuters, Selasa (30/4).
 
Muilenburg juga menyatakan bahwa perusahaan tengah berupaya untuk memutus risiko yang disebabkan oleh kesalahan pembacaan data oleh sistem dalam pesawat 737 MAX-8 dan bertanggung jawab penuh untuk itu.
 
Boeing tengah mendapat tekanan untuk segera mengeluarkan pembaharuan perangkat lunak yang dapat mengatasi kesalahan pembacaan data oleh sistem, yang digadang-gadang menjadi penyebab jatuhnya pesawat Lion Air di perairan Karawang, Jawa Barat pada Oktober 2018 dan Ethiopian Airlines pada awal Maret 2019. Kedua pesawat itu menggunakan model 737 MAX-8, jenis terbaru yang diproduksi Boeing.
 
Perusahaan itu juga diminta untuk menggelar pelatihan untuk para pilot. Sebelumnya, serikat pilot di AS mengaku tak diberi pelatihan dan informasi yang memadai tentang bagaimana mengoperasikan model 737 MAX-8.
 
Pada pekan lalu, Boeing menyampaikan penurunan produksi akibat pelarangan terbang terhadap 737 MAX membuat perusahaan itu harus rela kehilangan US$1 miliar. Perusahaan asal Negeri Paman Sam itu juga akan mengubah proyeksi kinerja 2019 dan menunda digelarnya pembelian saham kembali alias buyback.
 
Sejumlah pemegang saham telah mengajukan gugatan yang menuding Boeing menipu mereka dengan menutup-nutupi celah keamanan di pesawat.
 
Harga saham Boeing, yang bernilai US$214 miliar, sudah anjlok hampir 10 persen sejak kecelakaan Ethiopian Airlines.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
boeing

Sumber : Reuters

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top