SKK Migas Luncurkan Pusat Informasi Hulu Migas

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memperkenalkan Indonesia Oil and Gas Institute (IOGI) sebagai pusat informasi mengenai hulu migas terutama tentang market intelligence bagi para pemangku kepentingan di industri ini.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 30 April 2019  |  15:34 WIB
SKK Migas Luncurkan Pusat Informasi Hulu Migas
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA— Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memperkenalkan Indonesia Oil and Gas Institute (IOGI) sebagai pusat informasi mengenai hulu migas terutama tentang market intelligence bagi para pemangku kepentingan di industri ini.

 

IOGI diharapkan dapat mempermudah para calon investor untuk mencari data hulu migas Indonesia kepada konsultan independen. Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan IOGI nantinya dapat mendukung pengelolaan bisnis hulu migas yang lebih efektif dan efisien.

 

“Dalam upaya untuk mewujudkan kedaulatan energi nasional dan energi yang berkeadilan pada kesempatan kali ini juga, secara resmi kami perkenalkan Indonesia Oil and Gas Institute (IOGI),” kata Dwi dalam pembukaan Gross Split Coaching di Kantor SKK Migas, Selasa (30/4/2019).

 

Nantinya, IOGI menjadikan SKK Migas sebagai center of excellence dan center of knowledge dari industri hulu migas di Indonesia. Para pekerja SKK Migas, yang juga merupakan ahli di bidang pekerjaannya masing-masing dapat memberikan informasi kepada para pemangku kepentingan di industri hulu migas mengenai bisnis dan pemetaan pasar.

 

Dwi mengharapkan ke depan lembaganya dapat menjadi sumber data yang terpercaya bagi para calon investor untuk dapat mendorong tumbuhnya investasi di hulu migas Indonesia, serta dapat menjadi sumber dari rencana dan strategi jangka panjang untuk cadangan hidrokarbon, lifting, serta optimasi biaya operasi.

 

Seperti halnya penemuan cadangan gas yang signifikan di Wilayah Kerja Sakakemang, Provinsi Sumatra Selatan pada awal 2019. Keberhasilan tersebut merupakan hasil evaluasi SKK Migas dalam memetakan sepuluh area potensial giant discovery.

 

Selain Sumatra Selatan, masih ada 9 area potensial giant discovery lainnya yang berlokasi di Sumatra Utara, Sumatra Tengah, Tarakan Offshore, North East Java-Makassar Strait, Kutai Offshore, Buton Offshore, Northern Papua, Bird Body Papua, dan Warim Papua.

 

Dari pemetaan tersebut, IOGI mengevaluasi lebih lanjut 19 cekungan produksi yang memiliki 126 proven plays dan mendapatkan potensi sumberdaya sebesar 8,3 miliar setara barel minyak (boe).

 

Hasil evaluasi menunjukkan terdapat lima cekungan yang berpotensi menemukan giant and significant discovery, yaitu Cekungan Sumatra Utara, Sumatra Selatan, North East Java, Kutai, dan Pre-Tertiary Passive Margin. Indonesia juga masih berpeluang menemukan paling tidak dua giant fields dengan masing-masing sumberdaya di tempat sebesar 770 juta boe.

 

“IOGI diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan untuk mendorong semakin berkembangnya bisnis hulu migas di Indonesia,” tambahnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
skk migas, hulu migas

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup