Ikuti Saran Kemenhub, Go-Jek Rilis 2 Fitur Keamanan Terbaru

Fitur ini merupakan bagian dari solusi keamanan menyeluruh yang ditawarkan oleh Go-Jek.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 29 April 2019  |  17:48 WIB
Ikuti Saran Kemenhub, Go-Jek Rilis 2 Fitur Keamanan Terbaru
Ilustrasi - Pengemudi ojek online (ojol) menunggu penumpang di Jakarta. - Reuters/Beawiharta

Bisnis.com, JAKARTA - PT Aplikasi Karya Anak Bangsa pemilik merek dagang Go-Jek Indonesia meluncurkan dua fitur terbaru sebagai solusi keamanan sesuai permintaan pemerintah dalam Peraturan Menteri (PM) 12/2019.


Demi terus menghadirkan layanan transportasi yang dapat diandalkan, Go-Jek sebagai penyedia layanan ride-hailing pertama dan terbesar di Indonesia meluncurkan fitur Tombol Darurat atau Emergency Hotline dan Bagikan Perjalanan atau Share Trip.


Fitur ini merupakan bagian dari solusi keamanan menyeluruh yang ditawarkan oleh Go-Jek. Pengembangan fitur ini, sejalan dengan arahan pemerintah dalam memastikan layanan transportasi online yang aman seperti tercantum dalam Peraturan Menteri Perhubungan mengenai transportasi online.

Vice President Corporate Affairs Gojek Michael Reza Say mengatakan bahwa keamanan serta kenyamanan pengguna adalah prioritas perusahaannya.


"Kami ingin seluruh masyarakat dapat terus mengandalkan layanan Go-Jek kapan pun dan di mana pun mereka butuh, tanpa ada rasa khawatir. Untuk itu, sebagai super app kami terus melakukan inovasi. Tidak hanya dari pengembangan teknologi, tetapi juga upaya mitigasi risiko,” terangnya dalam keterangan resmi, Senin (29/4/2019).


Global Head of Transport Gojek Radityo Wibowo mengatakan, dalam melakukan inovasi apapun, pihaknya selalu menanamkan budaya customer-centric.


"Artinya, kami memprioritaskan inisiatif-inisiatif yang memang tepat guna menjawab kebutuhan pelanggan. Salah satunya dengan pengembangan fitur keamanan," tuturnya.


Fitur tombol darurat, dapat digunakan untuk melaporkan dengan cepat situasi darurat yang terjadi selama perjalanan. Setelah laporan diverifikasi, Go-Jek akan segera menugaskan unit darurat untuk menangani pelaporan ini.


Fitur tombol darurat terus diluncurkan secara bertahap, seluruh pengguna Go-Car, sedangkan Go-Ride akan dapat menggunakan fitur tersebut pada awal Mei.


“Go-Jek juga mengenalkan fitur Bagikan Perjalanan, yang dapat digunakan oleh pengguna untuk membagikan informasi berupa lokasi penjemputan dan pengantaran, informasi mengenai driver dan kendaraannya, status perjalanan dan estimasi waktu tempuh, hingga jalur yang dipilih driver dalam perjalanannya, kepada kerabat terdekat,” jelasnya.

Pengguna terangnya, cukup memencet tombol Bagikan Perjalanan untuk kemudian secara otomatis informasi tersebut dapat dibagikan melalui aplikasi pesan instan Kedua fitur tersebut termasuk dalam program mitigasi risiko keamanan dari aplikator Gojek Indonesia.


Komitmen usahanya dalam mengembangkan solusi keamanan menyeluruh, tak hanya bertumpu pada pengembangan aplikasi dan teknologi. Gojek berupaya pula memberdayakan mitra driver sebagai bagian dari mitigasi risiko berkendara.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Kemenhub, Gojek

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup