Harga Tiket Pesawat Naik Diam-Diam Saat Libur Pemilu, DPR : Menhub Tanggung Jawab!

Anggota DPR Bambang Haryo merasa kecewa dengan adanya kenaikan tarif pesawat terbang rute Surabaya-Jakarta dari biasanya di bawah Rp1 juta naik menjadi sekitar Rp1,5 juta pada saat liburan panjang pemilihan umum pekan kemarin.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 24 April 2019  |  20:15 WIB
Harga Tiket Pesawat Naik Diam-Diam Saat Libur Pemilu, DPR : Menhub Tanggung Jawab!
Ilustrasi - Bandara Juanda - Antara

Bisnis.com, SIDOARJO - Anggota DPR Bambang Haryo merasa kecewa dengan adanya kenaikan tarif pesawat terbang rute Surabaya-Jakarta dari biasanya di bawah Rp1 juta naik menjadi sekitar Rp1,5 juta pada saat liburan panjang pemilihan umum pekan kemarin.

"Saya mendapatkan laporan dari masyarakat jika banyak penumpang yang kesulitan untuk mendapatkan tiket, kalaupun ada harganya juga naik dari seharusnya di bawah Rp1 juta menjadi Rp1,5 juta," katanya saat berada di Terminal 2 Bandara Internasional Juanda Surabaya.

Dia mengatakan, kenaikan harga ini tidak sejalan dengan permintaan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang menginginkan adanya penurunan tarif terutama untuk pesawat berbiaya murah.

"Kami meminta supaya harga tersebut bisa teratasi, apalagi sebentar lagi ada liburan Lebaran," katanya, Rabu (24/4/2019).

Dia mengatakan, beberapa waktu yang lalu, dirinya mendengar bahwa Kementerian Perhubungan memprediksikan akan adanya peningkatan jumlah penumpang sampai dengan 5% saat liburan pemilu.

"Nah ini, saya malah mendapatkan laporan kalau maskapai malah mengurangi jumlah penerbangan mereka sampai dengan 20 persen," katanya.

Menurutnya, layanan yang paling utama dari transportasi penerbangan adalah kapasitas angkut atau daya tampung.

"Ketika dilakukan kroscek ke Angkasa Pura I dan Otoritas Bandara Juanda ternyata maskapai yang beroperasi menurun 20% dibandingkan dengan hari-hari biasa. Padahal, saat itu kondisi peak season karena libur panjang," katanya.

Dia mengatakan, seharusnya Menteri Perhubungan beserta jajarannya sudah mengantisipasi dan merencanakan untuk antisipasi libur panjang dan angkutan menjelang Pemilu.

"Ini Menteri Perhubungan harus bertanggung jawab untuk hal ini dan tegas terhadap perusahaan penerbangan untuk meningkatkan jumlah armada di saat masyarakat membutuhkan. Apabila ini terus-menerus tanpa perhatian, citra buruk untuk dunia penerbangan di Indonesia menjadi penilaian masyarakat dalam negeri maupun internasional."

Pada kesempatan yang sama, Nafhan selaku Kepala Bidang Keamanan Angkutan Udara Otoritas Bandara Wilayah III mengatakan bahwa pihaknya masih belum mendapatkan laporan terkait kenaikan harga tersebut. "Kami belum mendapatkan laporan," katanya.*

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
dpr, Kemenhub, tiket pesawat

Sumber : Antara

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top