Anugerah Wahana Tata NUgraha Pacu Sistem Transportasi Massal Ideal

Penghargaan Wahana Tata Nugraha merupakan penghargaan yang diberikan oleh pemerintah Indonesia kepada pemerintah provinsi, kota/kabupaten yang mampu menata transportasi publik dengan baik.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 23 April 2019  |  19:52 WIB
Anugerah Wahana Tata NUgraha Pacu Sistem Transportasi Massal Ideal
Ilustrasi - Armada bus Transjakarta melintasi halte Harmoni Central Busway di Jakarta, Kamis (21/6/2018). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan berharap penilaian Wahana Tata Nugraha (WTN) bisa memacu pemerintah daerah di Indonesia untuk menciptakan sistem angkutan perkotaan yang tertata dan efektif.


Direktur Angkutan Jalan Kemenhub Ahmad Yani mengatakan, dalam penilaian tersebut pihaknya bukan menggunakan sistem ranking, melainkan passing grade. Adapun, nilai yang ditetapkan mencapai 85%.


"Penghargaan Wahana Tata Nugraha merupakan penghargaan yang diberikan oleh pemerintah Indonesia kepada pemerintah provinsi, kota/kabupaten yang mampu menata transportasi publik dengan baik," kata Yani dalam siaran pers, Selasa (23/4/3019).


Dia menambahkan, WTN tidak semata merupakan sebuah penghargaan tetapi sebagai cara bagi daerah untuk bersaing membangun sistem angkutan perkotaan yang lebih baik.


Adapun, pemerintah daerah berkewajiban untuk selalu meningkatkan kinerja penyelenggaraan sistem transportasi perkotaan baik pada aspek administrasi, teknis dan operasional maupun aspek kebijakan kepala daerah dalam pembangunan transportasi perkotaan.


Yani menjelaskan, penghargaan WTN ini diberikan berdasarkan hasil penilaian terhadap kinerja penyelenggaraan sistem transportasi perkotaan dengan objek penilaian melalui beberapa bidang. Pertama, bidang lalu lintas dengan bobot nilai 20%. Kedua, bidang angkutan umum dengan bobot nilai 15%.


Ketiga, bidang sarana transportasi darat dengan bobot nilai 25%. Keempat, bidang prasarana transportasi darat dengan bobot nilai 15%. Kelima, bidang umum terkait dengan inovasi dan kebijakan dengan bobot nilai 25%.


Penilaian WTN ini diadakan selama 5 hari, yang dimulai pada 22--26 April 2019. Sebanyak 152 peserta kegiatan ini adalah pemerintah kabupaten/ kota yang telah disurvei selama 1 tahun penuh pada 2018 oleh tim survei WTN. 


Dalam tahap penilaian ini, seluruh kabupaten/kota peserta akan dinilai oleh 30 dewan juri yang terdiri dari Kementerian Perhubungan, Korlantas Polri, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), akademisi dan pakar transportasi yang bekerja secara independen.


"Penyerahan hadiah WTN ini direncanakan pada Juli 2019 dan seperti tahun sebelumnya juga akan diserahkan oleh Presiden," ujarnya.


Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat tahun ini kembali menggelar WTN, setelaah sempat vakum selama 3 tahun terakhir. Kini, WTN dirancang dengan format baru yaitu akan digelar setiap 2 tahun sekali.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Kemenhub, transportasi massal

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top