Pengoperasian Jalur Dwi Ganda KA Picu Keresahan, Kemenhub Minta Maaf

Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan meminta maaf kepada masyarakat pengguna jasa kereta api atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan pada saat switch over (SO) serta pengoperasian jalur dwi ganda (DDT) segmen Jatinegara—Cakung, akhir pekan lalu.
Rio Sandy Pradana | 15 April 2019 09:31 WIB
Ilustrasi - Dokumentasi pembangunan stasiun kereta commuter line di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (14/4/2016). PT KAI membangun lima stasiun baru kereta commuter line di Bekasi yang merupakan bagian dari program double double track Manggarai-Cikarang yang terdiri atas Manggarai-Bekasi 18 km dan Bekasi-Cikarang 17 km. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan meminta maaf kepada masyarakat pengguna jasa kereta api atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan pada saat switch over (SO) serta pengoperasian jalur dwi ganda (DDT) segmen Jatinegara—Cakung, akhir pekan lalu.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Zulfikri mengatakan bahwa kegiatan SO serta pengoperasian DDT segmen Jatinegara—Cakung sepanjang 9,5 km dilaksanakan setelah melalui proses sosialisasi 1 bulan sebelum akhirnya kegiatan tersebut dilaksanakan.

Adapun, DDT segmen Jatinegara—Cakung merupakan bagian dari pembangunan jalur dwi ganda lintas Manggarai—Cikarang sepanjang 35 km.

“Pengoperasian DDT segmen Jatinegara—Cakung ini merupakan sesuatu yang baru. Pada masa transisi yang telah dilaksanakan ada dampak kepada masyarakat pengguna jasa kereta api, kami memohon maaf serta meminta kesabaran masyarakat sehingga pengoperasian DDT ini dapat memberikan manfaat,” kata Zulfikri, Minggu (14/4/2019).

Dia menjelaskan bahwa proses kegiatan SO telah dilaksanakan pada pukul 00.30 WIB, Jumat (12/4). Kegiatan ini dilaksanakan pada saat window time atau pada saat lintasan sudah kosong atau sebelum operasi KRL pukul 04.00 WIB kembali dimulai.

Pemillihan pelaksanaan kegiatan pada window time dimaksudkan untuk mengurangi dampak terhadap operasional kereta api secara keseluruhan. Pada saat window time ini pun pekerjaan SO juga harus mempertimbangkan pengoperasian KA jarak jauh yang datang dari arah timur menuju Jakarta.

Hal tersebut mengakibatkan waktu efektif pelaksanaan SO sangat terbatas. Adapun, tenaga kerja yang dilibatkan pada kegiatan SO ini sebanyak 270 orang bekerja pada waktu dini hari.

Penggunaan alat berat, lanjutnya, yang biasa digunakan untuk membantu penyelesaian SO tidak dimungkinkan karena kondisi di lapangan yang tidak memungkinkan penempatan alat berat. Praktis, pelaksanaan SO pada segmen Jatinegara ini mengandalkan tenaga ratusan pekerja yang telah melaksanakan berbagai persiapan sejak pukul 20.00 WIB.

Pada jalur ganda existing, baik itu kereta commuterline (KRL), maupun KA jarak jauh dan KA lokal masih menggunakan jalur secara bersamaan. Dengan beroperasinya jalur dwi ganda, KRL menggunakan jalur ganda existing sedangkan KA jarak jauh dan KA lokal menggunakan jalur ganda yang baru.

Pada pukul 04.45 WIB, Jumat (12/4) KA Taksaka sebagai kereta jarak jauh pertama yang melewati jalur ganda baru tersebut, diikuti oleh KA-KA jarak jauh lainnya.

Hal ini merupakan sejarah baru dalam perkeretaapian, khususnya di Jabodetabek, karena setelah penantian selama hampir 17 tahun, akhirnya jalur dwiganda tersebut dapat beroperasi, walaupun masih pada segmen DDT Jatinegara—Cakung.

Pihaknya beserta para stakeholder terkait akan terus melakukan pemantauan terkait dengan proses penguraian perjalanan kereta api yang mengalami penambahan waktu perjalanan pasca-SO.

Berbagai keluhan dan masukan yang disampaikan masyarakat, menjadi perbaikan pemerintah untuk menyelesaikan jalur dwi ganda tersisa sepanjang 25,5 km.

Pembangunan serta pengoperasian DDT bertujuan meningkatkan kapasitas perjalanan kereta api, mengurangi susulan perjalanan kereta api serta yang terutama untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api.

Pemerintah juga tetap memohon dukungan dari masyarakat, agar penyelesaian DDT lintas Manggarai—Cikarang, yang terus dikerjakan oleh pemerintah dapat segera terwujud.

Selain itu, dalam mendukung operasional DDT ini, pemerintah bekerja sama dengan Pemprov DKI dan instansi terkait lainnya, akan melaksanakan penutupan beberapa perlintasan sebidang.

“Kepada masyarakat pengguna kendaraan berbasis jalan raya, diharapkan dapat menggunakan alternatif jalan lainnya seperti flyover ataupun underpass yang telah disediakan oleh pemerintah,” ujarnya.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kereta api, kemenhub

Sumber : Bisnis Indonesia

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup