CEK FAKTA: Benarkah Indonesia Berada di Peringkat 10 Indeks Perekonomian Halal Dunia?

Calon wakil presiden nomor urut dua Sandiaga Uno menyebut posisi Indonesia dalam indeks global ekonomi islam berada di peringkat sepuluh. Menurutnya, peringkat Indonesia seharusnya bisa lebih baik lagi.
Pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno mengikuti debat kelima Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4/2019)./ANTARA FOTO-Wahyu Putro
Pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno mengikuti debat kelima Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4/2019)./ANTARA FOTO-Wahyu Putro

Bisnis.com, JAKARTA - Calon wakil presiden nomor urut dua Sandiaga Uno menyebut posisi Indonesia dalam indeks global ekonomi islam berada di peringkat sepuluh. Menurutnya, peringkat Indonesia seharusnya bisa lebih baik lagi.

Pernyataan itu disampaikan Sandiaga saat debat kelima pemilu 2019, Sabtu (13/4/2019). Sandiaga menyampaikan hal itu guna menjawab pernyataan cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin bahw Indonesia merupakan islamic finance centers di dunia.

"Dalam global islamic economic index kita melihat bahwa Indonesia masih peringkat 10. Padahal kita sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar mestinya bisa lebih memberikan ranking lebih baik," kata Sandiaga.

Pernyataan Sandiaga sama dengan data State of the Global Islamic Economy Report (GIER) 2018/19 hasil kolaborasi Thomson Reuters, Dubai the Capital of Islamic Economy, dan Dinar Standard.

Dalam indikator global ekonomi Islam yang diterbitkan laporan tersebut, Indonesia mendapat skor 45. Penilaian itu membuat posisi Indonesia berada di bawah Malaysia dan UEA yang mendapat skor 127 dan 89, Bahrain (65), Arab Saudi (54), Oman (51), Yordania, Qatar, dan Pakistan (49), dan Kuwait (46).

Umat Islam di Indonesia diperkirakan menghabiskan US$218,8 miliar untuk mengonsumsi segala barang dan jasa halal pada 2017.

Dalam menggarap potensi pasar halal global, ada dua negara yang dianggap memimpin yakni Malaysia dan Uni Emirat Arab (UEA). Kedua negara itu unggul karena memiliki ekosistem yang baik untuk perusahaan penyedia barang dan jasa halal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Lalu Rahadian
Editor : Sutarno
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper