Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

CEK FAKTA: Benarkah Indonesia Berada di Peringkat 10 Indeks Perekonomian Halal Dunia?

Calon wakil presiden nomor urut dua Sandiaga Uno menyebut posisi Indonesia dalam indeks global ekonomi islam berada di peringkat sepuluh. Menurutnya, peringkat Indonesia seharusnya bisa lebih baik lagi.
Lalu Rahadian
Lalu Rahadian - Bisnis.com 14 April 2019  |  02:35 WIB
Pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno mengikuti debat kelima Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4/2019). - ANTARA FOTO/Wahyu Putro
Pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno mengikuti debat kelima Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4/2019). - ANTARA FOTO/Wahyu Putro

Bisnis.com, JAKARTA - Calon wakil presiden nomor urut dua Sandiaga Uno menyebut posisi Indonesia dalam indeks global ekonomi islam berada di peringkat sepuluh. Menurutnya, peringkat Indonesia seharusnya bisa lebih baik lagi.

Pernyataan itu disampaikan Sandiaga saat debat kelima pemilu 2019, Sabtu (13/4/2019). Sandiaga menyampaikan hal itu guna menjawab pernyataan cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin bahw Indonesia merupakan islamic finance centers di dunia.

"Dalam global islamic economic index kita melihat bahwa Indonesia masih peringkat 10. Padahal kita sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar mestinya bisa lebih memberikan ranking lebih baik," kata Sandiaga.

Pernyataan Sandiaga sama dengan data State of the Global Islamic Economy Report (GIER) 2018/19 hasil kolaborasi Thomson Reuters, Dubai the Capital of Islamic Economy, dan Dinar Standard.

Dalam indikator global ekonomi Islam yang diterbitkan laporan tersebut, Indonesia mendapat skor 45. Penilaian itu membuat posisi Indonesia berada di bawah Malaysia dan UEA yang mendapat skor 127 dan 89, Bahrain (65), Arab Saudi (54), Oman (51), Yordania, Qatar, dan Pakistan (49), dan Kuwait (46).

Umat Islam di Indonesia diperkirakan menghabiskan US$218,8 miliar untuk mengonsumsi segala barang dan jasa halal pada 2017.

Dalam menggarap potensi pasar halal global, ada dua negara yang dianggap memimpin yakni Malaysia dan Uni Emirat Arab (UEA). Kedua negara itu unggul karena memiliki ekosistem yang baik untuk perusahaan penyedia barang dan jasa halal.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Debat Capres Pilpres 2019
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top