PLTU Tanjung Power Ditargetkan Beroperasi Mulai Tahun Ini

Progres pekerjaan PLTU Tanjung Power pada tahun lalu tercatat telah mencapai 99%.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 12 April 2019  |  10:01 WIB
PLTU Tanjung Power Ditargetkan Beroperasi Mulai Tahun Ini
Pekerja berkomunikasi dengan operator alat berat pada salah satu proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). - ANTARA/Muhammad Iqbal

Bisnis.com, JAKARTA— Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Power di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan ditargetkan mulai operasi komersial atau commercial operation date (COD) pada tahun ini.

Head of Corporate Communications Adaro Energy Febriati Nadira mengatakan progres pekerjaan pada tahun lalu tercatat telah mencapai 99%.

PLTU Tanjung Power ini dibangun melalui perusahaan patungan PT Tanjung Power Indonesia yang merupakan konsorsium PT Adaro Power dan perusahaan asal Korea Selatan, PT East-West Power Indonesia (EWPI).

Ketika beroperasi, PLTU Tanjung Power berkapasitas 2 x 100 MW ini membutuhkan sekitar 1 juta ton batu bara. Pemenuhan batu bara tersebut akan dipasok oleh PT Adaro Indonesia. Sesuai dengan kontrak jual beli listrik atau power purchase agreement (PPA), PLTU Tanjung Power Indonesia akan menjual listrik ke PLN dalam jangka waktu 25 tahun dari operasi komersial atau COD.

“Tanjung Power Indonesia berkomitmen untuk berkontribusi terhadap pasokan listrik di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah,” katanya kepada Bisnis, Rabu (10/4/2019).

Selain PLTU Tanjung Power, Adaro juga sedang membangun PLTU Batang dengan kapasitas  2 x 1.000 MW yang ditarget beroperasi 2020.  PLTU ini merupakan konsorsium  PT Bhimasena Power Indonesia dengan Electric Power Development Co.Ltd (J-Power), dan Itochu Corporation.

Proyek pembangkit listrik ini akan menjadi yang pertama dan terbesar di Asia Tenggara sekaligus proyek pertama di Indonesia yang menggunakan teknologi boiler batu bara Ultra-Supercritical (USC) pulverized yang ramah lingkungan, rendah emisi, dan sangat efisien.

“Proyek ini merupakan infrastruktur strategis nasional jangka panjang dalam merealisasikan visi perusahaan yaitu menjadi grup perusahaan tambang batu bara dan energi Indonesia yang terkemuka,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pltu, adaro

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top