HARI KARTINI : Jumlah Perempuan Tangguh di Sektor Transportasi Minim

Kementerian Perhubungan mencatat peran perempuan di sektor transportasi masih di kisaran 5%, sehingga perlu didorong perannya terutama di sektor-sektor yang bukan pekerjaan fisik.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 11 April 2019  |  19:17 WIB
HARI KARTINI : Jumlah Perempuan Tangguh di Sektor Transportasi Minim
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, peran perempuan di sektor transportasi masih sangat rendah. Hal itu diutarakan Menhub dalam Peringatan Hari Kartini, Kamis (11/4/2019). - Bisnis/Rinaldi M. Azka

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan mencatat peran perempuan di sektor transportasi masih di kisaran 5%, sehingga perlu didorong perannya terutama di sektor-sektor yang bukan pekerjaan fisik.


Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa peranan perempuan dalam sektor transportasi harus ditingkatkan. Perempuan dapat mengambil profesi seperti menjadi pilot, mualim, dan pengawas penerbangan.


“Tadi disampaikan data bahwa hanya terdapat sekitar 5% perempuan yang bekerja di sektor transportasi. Untuk diketahui transportasi itu keras, jadi saya bilang kepada Kepala Badan Pengembangan SDM Perhubungan bahwa jumlah SDM Perempuan di sektor transportasi perlu ditingkatkan untuk bidang-bidang tertentu seperti petugas ATC, pilot, atau kegiatan lain yang memerlukan keahlian dan saya yakin pasti para perempuan di Indonesia mampu,” ujarnya seusai menghadiri kegiatan Peringatan Hari Kartini yang dilaksanakan oleh Dharma Wanita Persatuan Kementerian Perhubungan (DWP Kemenhub), Kamis (11/4/2019).

Dia berpesan kepada para istri dari pegawai Kemenhub yang tergabung dalam DWP Kemenhub selain harus mendukung pekerjaan suaminya, para istri juga dapat ikut menyebarkan informasi yang saat ini pemerintah sedang lakukan.


Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa slogan Kartini “Habis Gelap Terbitlah Terang” masih relevan sampai saat ini. Dia mengatakan para perempuan, khususnya DWP Kemenhub harus memaksimalkan perannya.


“Walaupun klasik tapi masih relevan, dalam konteks ini peran ibu-ibu harus maksimal, minimal ibu-ibu mengerti apa yang dikerjakan oleh suaminya. Mengerti mengenai isu transportasi seperti tarif, OJOL, ODOL, dan kegiatan lainnya, sehingga ketika suaminya pulang ke rumah senang, karena kerjanya diapresiasi oleh keluarganya. Oleh karena itu, perempuan diharapkan bisa ikut berperan menjadi corong untuk masyarakat dan keluarga,” ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Kemenhub, perempuan, hari kartini

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top