MASPI : Utilitas Pabrik Pelumas Dalam Negeri Hanya 42%

Masyarakat Pelumas Indonesia (MASPI) mengungkapkan bahwa kapasitas terpasang produksi pelumas di dalam negeri mencapai 2,04 juta kilo liter per tahun. Akan tetapi, utilisasi pabrik hanya 42% atau 858.360 kilo liter per tahun.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 20 Maret 2019  |  01:40 WIB
MASPI : Utilitas Pabrik Pelumas Dalam Negeri Hanya 42%
Petugas menata drum yang akan diisi pelumas di Pabrik Pertamina Lubricants, Gresik, Jawa Timur, Selasa (18/4). - Antara/Zabur Karuru

Bisnis.com, JAKARTA - Masyarakat Pelumas Indonesia (MASPI) mengungkapkan bahwa kapasitas terpasang produksi pelumas di dalam negeri mencapai 2,04 juta kilo liter per tahun. Akan tetapi, utilisasi pabrik hanya 42% atau 858.360 kilo liter per tahun.

Ketua Bidang Program MASPI Muwardi mencatat bahwa saat ini ada 44 produsen pelumas dalam negeri dengan kapasitas terpasang mencapai 2,04 juta kilo liter per tahun.

"Akan tetapi, utilisasi pabrik pelumas nasional hanya mencapai 42% atau 858.360 kilo liter per tahun," ujarnya kepada Bisnis, Selasa (19/3/2019).

Di sisi lain, lanjutnya, kebutuhan pelumas dalam negeri mencapai 1,14 juta kilo liter per tahun. Dengan kata lain, produk pelumas impor menopang 25% dari kebutuhan pasar atau sejumlah 285.959 kilo liter per tahun melalui 144 importir.

Sementara itu, Pertamina Lubricant memiliki tiga pabrik di dalam negeri yaitu Unit Jakarta dengan kapasitas terpasang Lube Oil Blending (LOB) sebesar 270 juta liter per tahun, Unit Cilacap dengan kapasitas LOB sebesar 85 juta liter per tahun, dan Unit Gresik dengan kapasitas LOB sebesar 120 juta liter per tahun.

Direktur Sales & Marketing Pertamina Lubricants Andria Nusa menyampaikan bahwa apabila kapasitas tersebut terpakai 100% maka perseroan akan mampu menguasai 41,66% pasar pelumas dalam negeri.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Industri Pelumas

Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top