RI Sampaikan Daftar Proyek Pendukung Konektivitas dengan Malaysia dan Thailand

Kementerian Perhubungan kembali tergabung dalam anggota delegasi Indonesia menghadiri sidang ke-12 Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) di Kelantan, Malaysia.
Sri Mas Sari | 15 Maret 2019 20:10 WIB
Selat Malaka - dokumentasi

Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian Perhubungan kembali tergabung dalam anggota delegasi Indonesia  menghadiri sidang ke-12 Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) di Kelantan, Malaysia.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Ditjen Perhubungan Laut Wisnu Handoko menjelaskan pertemuan IMT-GT 2019 menekankan pentingnya konektivitas di bidang transportasi antara tiga negara, meliputi transportasi darat, laut, dan udara. 

Delegasi Indonesia menyampaikan upaya yang telah dilakukan untuk merealisasikan konektivitas itu, antara lain dengan membangun dan mengembangkan infrastruktur jalan, bandar udara, pelabuhan dan kereta api, di beberapa provinsi di Sumatra yang berdekatan langsung dengan Malaysia dan Thailand.

“Pada pertemuan ini, kam menyampaikan perkembangan proyek-proyek infrastruktur, baik yang telah selesai ataupun yang memasuki tahap uji coba,” kata Wisnu dalam siaran pers, Jumat (15/3/2019).

Adapun proyek-proyek itu meliputi tol Trans Sumatra, jalur KA Trans Sumatra, LRT Sumatra Selatan, pengembangan Bandara Hanandjoedin Tanjung Pandan, pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung, Terminal Peti Kemas Tahap I dan II Pelabuhan Belawan, serta transportasi multimoda di Koridor Ekonomi Dumai-Malaka.

Wisnu yang juga bertindak sebagai Chairman atau Pimpinan Sidang untuk ICT-Transport Working Group menjelaskan jalur KA Trans Sumatra adalah rute baru jaringan kereta api yang membentang sepanjang Lampung hingga Aceh. Rekonstruksi rute baru ini bertujuan meningkatkan konektivitas intra-Sumatra. 

“Saat ini kami telah memiliki 12 koridor dan kami juga telah menyelesaikan lintasan ke Bandara Internasional Minangkabau dan Prabumulih-Kertapati. Selain itu, Indonesia juga telah menyelesaikan dan mengoperasikan LRT sejak Asian Games 2018,” sebut Wisnu.

Pengembangan Bandara Hanandjoedin di Tanjung Pandan, Belitung, beberapa pekerjaan yang telah diselesaikan pada 2018 meliputi pengembangan power house station, taxiway, dan apron overlay, pemasangan cadangan power supply, pengembangan runway strip, dan RESA. Tahun ini, pembangunan akan menyelesaikan runway overlay dan marking, pengadaan dan pemasangan tanda petunjuk taxi, pengembangan stasiun pemadam kebakaran, gedung keamanan, pumping house, serta pengadaan solar cell.

Di sektor transportasi laut, Indonesia melaporkan pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung telah mencapai tahap penyelesaian fase 1, yakni terminal multipurpose yang telah dioperasikan sejak awal 2019. Adapun Pelabuhan Belawan telah memasuki fase 1 pembangunan terminal kontainer yang telah mencapai 98%.

Selain itu, salah satu proyek kerja sama sektor transportasi laut yang menjadi penekanan pembahasan pada pertemuan kali ini adalah perkembangan jalur penyeberangan roll on-roll off (ro-ro) Dumai-Malaka. 

Tag : transportasi, asean, konektivitas
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top