Produsen Aditif Bangunan Cementaid Bangun Pabrik Di Modern Cikande

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Cementaid Sales dan Service Indonesia melakukan groundbreaking pabrik terbaru serta menanam time capsule yang akan dibuka pada 20 tahun kemudian.
Putri Salsabila
Putri Salsabila - Bisnis.com 15 Maret 2019  |  14:36 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Cementaid Sales dan Service Indonesia lakukan groundbreaking atau memulai pembangunan pabrik terbaru di kawasan Modern Cikande Industrial Estate (MCIE), Cikande Serang, Banten hari ini, Jumat (15/3/2019).

Selain melakukan groundbreaking, produsen material aditif bangunan integral waterproofing tipe hydrophobic pore-blocking ingredient(HPI) dan waterproof coating serta liquid floor hardener juga melakukan penanaman time capsule yang akan dibuka pada 20 tahun kemudian, 15 Maret 2039.

President Director Cementaid Indonesia, Jhon Lindsay Aldred dalam sambutannya mengatakan, pabrik Cementaid yang dikembangkan di MCIE merupakan pabrik yang dibangun lebih besar dibanding fasilitas produksi pertama yang berada di kawasan Jakarta Timur.

“Pabrik Cementaid Indonesia berdiri di atas lahan seluas 2.565 m2. Sementara, bangunan pabrik berikut fasilitas pendukung yang akan dikembangkan seluas 1.500 m2,” ujar John Lindsay.

Dengan luas bangunan tersebut, menurutnya, pabrik baru dengan nilai investasi US$1 juta ini akan memiliki kapasitas produksi sebesar 5.000 ton admixtures (campuran beton) per tahun.

“Cementaid meyakini industri konstruksi di Indonesia akan semakin berkembang ke depannya. Dan, kami optimistis dengan rekam jejak lebih dari 70 tahun di seluruh dunia Cementaid akan diterima dengan cukup baik di pasar Indonesia,” lanjutnya.

Di Indonesia, salah satu produk utama yang dipasarkan Cementaid adalah Hydrophobic Pore-blocking Ingredient (HPI) yang digunakan sebagai material campuran agar beton menjadi tahan air secara permanen.

Pada tahun 2019, Cementaid Indonesia menargetkan penjualan sebesar US$3 juta atau jauh lebih tinggi dibanding realisasi pendapatan tahun 2018. Untuk mencapai target tersebut, salah satu strategi baru adalah dengan menyasar para end user yang biasanya sering mengeluhkan biaya penggantian waterproofing dan maintenance berbiaya tinggi terutama pada fasilitas kolam renang, taman atap, basemen dan dak beton.

“Dan, yang paling penting, bagaimana kami dapat lebih meningkatkan layanan kami kepada masyarakat sehingga mereka dapat selalu mengandalkan Cementaid untuk bangunan mereka,” tutur Jhon Lindsay.

Sementara itu, PT Modern Industrial Estat, anak usaha PT Modernland Realty Tbk., menyambut baik dibangunnya pabrik PT Cementaid Sales and Services Indonesia di ModernCikande Industrial Estate (MCIE).

Dari total lahan 3.175 hektare, luas lahan yang telah dikembangkan di ModernCikande Industrial Estate saat ini mencapai 40% dengan sisa pengembangan lahan sesuai perijinan masih sekitar 1.500-an hektare.

Dalam kondisi teraktual, lebih dari 200 perusahaan baik lokal maupun multinasional dari berbagai ragam jenis usaha telah mempercayakan ModernCikande Industrial Estate sebagai rumah bagi usaha dan bisnis mereka. Industrial Estate ini diyakini akan terus berkembang, dari kawasan industri menuju Integrated City.

MCIE juga berinovasi dengan mengembangkan Modern Halal Valley, sebuah kawasan industri halal pertama dan terbesar di Indonesia seluas 500 hektare.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kawasan industri

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top