2026, Pertamina Komitmen Mampu Produksi 6,6 Juta Ton Bahan Baku Petrokimia

Kemandirian industri petrokimia nasional akan terlihat pada tujuh tahun mendatang setelah PT Pertamina (Persero) berkomitmen mampu memproduksi 6,6 juta ton produk hulu petrokimia dengan selesainya empat prodek Refinery Development Master Plan (RDMP) dan dua Grass Root Refinery (GRR).
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 05 Maret 2019  |  11:57 WIB
2026, Pertamina Komitmen Mampu Produksi 6,6 Juta Ton Bahan Baku Petrokimia
Pekerja beraktivitas di proyek pembangunan pabrik Polyethylene (PE), di kompleks petrokimia terpadu PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (CAP), Cilegon, Banten, Kamis (19/7/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA—Kemandirian industri petrokimia nasional akan terlihat pada tujuh tahun mendatang setelah PT Pertamina (Persero) berkomitmen mampu memproduksi 6,6 juta ton produk hulu petrokimia dengan selesainya empat prodek Refinery Development Master Plan (RDMP) dan dua Grass Root Refinery (GRR).

Ignatius Tallulembang, Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia PT Pertamina, mengatakan dari enam proyek strategis tersebut, setidaknya empat proyek kilang akan diarahkan untuk petrokimia.

Sebut saja seperti Kilang di Tuban, Balongan, Cilacap dan Bontang. Tallulembang menyebut produksi bahan baku petrokimia terlengkap akan hadir di Kilang Tuban, ynag rencananya diintegrasikan dengan fasilitas TPPI.

“Kalau Bontang juga kemungkinan petrokimia tapi tidak terlalu luas, selektif lah di sana. Kemudian Balongan juga ada petrokimia, tapi itu dedicated. Kalau Cilacap itu aromatik, tapi tidak semua,” tuturnya di Gedung DPR, Senin (4/3/2019).

Kilang yang nantinya fokus memproduksi produk petrokimia, menurutnya, memerlukan biaya investasi yang relatif lebih besar daripada yang fokus untuk memproduksi produk minyak. Tallulembang mengatakan, nantinya kemampuan produksi produk minyak Pertamina akan meningkat tiga kali lipat, dari sekitar 600.000 barel per hari menjadi 1,7 juta barel per hari.

Sementara itu, untuk produk petrokimia dari 600.000 ton per tahun menjadi 6,6 juta ton per tahun. “Kalau petrokimia meningkat 10 kali lipat, sementara fuel tiga kali lipat,” tambahya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pertamina, petrokimia

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top