Banjir Pasokan, Produsen Semen Genjot Ekspor ke 7 Juta Ton

Pada tahun ini, produksi semen nasional mencapai 110 juta ton padahal proyeksi permintaan dari dalam negeri hanya 75 juta ton.
Yustinus Andri DP
Yustinus Andri DP - Bisnis.com 05 Maret 2019  |  11:39 WIB
Banjir Pasokan, Produsen Semen Genjot Ekspor ke 7 Juta Ton
Pekerja membongkar tumpukan karung Semen Gresik, di sebuah gudang distributor PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Rabu (12/12/2018). - Bisnis/Wahyu Darmawan

Bisnis.com, JAKARTA — Masalah oversupply di dalam negeri mendorong produsen semen melirik pasar ekspor. Ekspor semen tahun ini ditargetkan melebihi 7 juta ton.

Ketua Umum Asosiasi Semen Indonesia (ASI) Widodo Santoso mengatakan, pada tahun ini ekspor semen dan clinker ditargetkan menembus 7 juta ton, naik dari realisasi ekspor tahun lalu sejumlah 5,7 juta ton. Adapun, pada 2017, ekspor semen RI mencapai 2,9 juta ton.

Sementara itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor semen dari Indonesia pada 2019 berhasil tumbuh 84,51% secara year-on-year (yoy), menjadi US$237,74 juta.

“Tahun ini kelebihan pasokan kami perkirakan masih akan terjadi, apalagi dengan adanya pabrik baru di Sulawesi Utara yang kapasitas produksinya diperkirakan mencapai 2 juta ton. Dengan demikian, ekspor menjadi solusi bagi kami untuk meningkatkan konsumsi semen,” katanya, Senin (4/3).

Dia memperkirakan, pada tahun ini produksi semen nasional mencapai 110 juta ton. Padahal, proyeksi permintaan dari dalam negeri hanya 75 juta ton.

Untuk itu, jelas Widodo, tidak menutup kemungkinan ekspor semen akan tumbuh lebih tinggi dari target awal yang ditetapkan pada tahun ini. Pasalnya, para pelaku sektor tersebut juga agresif untuk mencari pasar di luar negeri guna menyerap produksi semen mereka.

Menurut Widodo, negara tujuan ekspor semen produksi Indonesia selama ini adalah Australia, Bangladesh, Sri Lanka, Papua Nugini, Filipina, Mauritius, Timor Leste, serta beberapa negara di Benua Afrika.

Sementara itu, lanjutnya, pasar baru yang sedang dikembangkan untuk tujuan ekspor semen RI adalah China. ”Sudah ada beberapa perusahaan yang menyasar China, karena di sana permintaan untuk proyek properti dan infrastruktur cukup tinggi.”

Dia pun berharap dengan adanya sejumlah perjanjian dagang dan ekonomi komprehensif yang dilakukan oleh Indonesia, ekspor semen pun dapat dipacu. Apalagi, pasar ekspor di negara Asia Selatan dan Afrika sangat menjanjikan.

Lebih lanjut, Widodo menegaskan, peningkatan ekspor semen sangat dibutuhkan di tengah masih melempemnya pertumbuhan konsumsi di dalam negeri. Sepanjang tahun lalu, serapan semen di pasar domestik hanya tumbuh 4,9% menjadi 69,51 juta ton.

Permintaan semen pun masih terkonsentrasi di kawasan Indonesia bagian barat seperti Sumatra dan Jawa, yaitu sebesar 74% dari total produksi semen nasional. Sisanya, permintaan tersebar di Kalimantan, Sulawesi dan Nusa Tenggara.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
semen

Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top