Investasi Energi Butuh Transparansi Data

Pengelolaan data yang transparan dan akuntabel merupakan salah satu indikator yang mampu meningkatkan investasi di bidang energi.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 28 Februari 2019  |  10:07 WIB

Bisnis.com, JAKARTA-- Pengelolaan data yang transparan dan akuntabel merupakan salah satu indikator yang mampu meningkatkan investasi di bidang energi.

Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Agus Cahyono Adi mengatakan, melalui pengelolaan data yang baik serta adanya transparansi data, menunjukkan bahwa Indonesia merupakan negara yang layak investasi.

"Dengan adanya transparansi data energi, itu menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki energy accounting yang baik. Sehingga negara-negara lain tidak perlu ragu untuk berinvestasi di Indonesia," jelasnya Kamis (28/2/2019).

Dengan sinkronisasi data, lanjut Agus, kebijakan yang akan dihasilkan juga akan semakin tepat sasaran.

Dia menyampaikan, adanya forum AGEDA ke-30 ini menjadi kanal untuk bertukar informasi baik di bidang pengelolaan data juga teknologi di bidang energi.

"Dengan Indonesia menjadi anggota dari APEC, kita bisa saling bertukar pengalaman dengan negara-negara yang lebih maju dalam pengelolaan energinya. Sehingga nantinya kita akan lebih siap dalam menyongsong inovasi di bidang energi,"imbuh Agus.

Sebagai informasi, The 30th Meeting of the APEC Expert Group on Energy Data and Analysis (EGEDA) merupakan pertemuan berkala yang dihadiri oleh para statistisi dan analis kebijakan perwakilan dari 21 negara anggota APEC yang diselenggarakan di Nusa Dua, Bali, pada tanggal 26 - 28 Februari 2019.

EGEDA merupakan grup ahli data energi di bawah APEC Energy Working Group (EWG) yang bertanggung jawab untuk memberikan masukan atas kebijakan yang relevan kepada APEC dan masyarakat luas melalui pengumpulan data energi anggota APEC serta mengelola basis data energi APEC melalui badan koordinasi (coordinating agency) dan mengelola The Energy Statistics and Training Office.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sektor energi

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top