PGN Optimistis Proyek Jargas Berikan Banyak Keutungan

PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) optimistis penugasan proyek jaringan gas rumah tangga memberikan banyak dampak positif bagi perusahaan ataupun geliat perekonomian nasional.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 26 Februari 2019  |  14:22 WIB
PGN Optimistis Proyek Jargas Berikan Banyak Keutungan
Logo PGN - repro

Bisnis.com, JAKARTA— PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) optimistis penugasan proyek jaringan gas rumah tangga memberikan banyak dampak positif bagi perusahaan ataupun geliat perekonomian nasional.

Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama mengatakan pengerjaan proyek jargas pertama-tama memberikan dampak positif bagi produsen pipa, meteran gas, hingga kontraktor nasional. Pasalnya, dengan target pemasangan 4,7 juta sambungan rumah (SR) pada 2025, proyek ini setidaknya akan menelan investasi mencapai Rp40 triliun.

“Menjadi kebanggaaan tersendiri bagi kami mendapat penugasan ini, bisa dibayangkan nantinya peningkatan konsumsi gas domestik kalau sudah ada 4,7 juta SR,” tuturnya Senin, (25/2/2019).

Menurutnya, saat ini konsumsi gas untuk kebutuhan rumah tangga melalui jaringan pipa baru sebesar 0,5% dari total konsumsi domestik. Dengan target pembangunan jargas hingga enam tahun mendatang, diharapkan berlipat menjadi 5%.

Untuk melanjarkan pengerjaan proyek ini, PGAS sudah melakukan studi pre-feed ke 26 kota untuk membangun jaringan gas sejak dua bulan lalu.

Sebelumnya, Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Dilo Seno Widagdo mengatakan pihaknya sudah melakukan inventarisasi untuk pemasangan jargas dan sudah ada  1,2 juta calon pelanggan yang terdaftar.

Dilo menargetkan paling tidak pada tahun ini ada kurang lebih 400 ribu dari 1,2 juta calon pelanggan tersebut yang sudah bisa direalisasikan jargasnya. Menurutnya, target tersebut memang belum bisa maksimal, namun nantinya akan disusul penambahan satu juta jargas di setiap tahun mulai 2020-2025.

“Capex-nya kira-kira kalau satu rumah tangga itu Rp10 juta, jadi kalau 1 juta pelanggan itu Rp10 triliun. Ini ada skema-skema [pembiayaan] yang bebannya ditanggung pemerintah dalam APBN, pola-pola KPBU, ada yang PINA, dan sebagainya,” ujarnya.  

Untuk tahun ini, pemerintah menganggarkan Rp852,48 miliar untuk membangun jargas di 18 lokasi dengan total 78.216 SR. Ke depan, uji kelayakan di 26 kota juga merupakan kombinasi kota yang sudah memiliki pipa eksisting PGAS, dan juga kota yang belum memiliki sambungan gas sama sekali.

Wakil Ketua Kadin bidang Industri Energi, Minyak dan Gas Bobby Gafur Umar mengatakan potensi pengerjaan proyek jargas seharusnya 100% sudah menyerap produk ataupun jasa dari dalam negeri.

Menurutnya, kapasitas produsen pipa, meteran gas, hingga kontraktor di dalam negeri sudah layak mengerjakan proyek penugasan ini.

“Proyek-proyek macam ini yang harus disinergikan agar produsen dapat peningkatan produk dalam negeri,” katanya.

Menurutnya, untuk proyek infrastruktur gas, selama ini masih terganggu dengan limpahan produk impor. Apalagi dihadapkan dengan murahnya produk impor, yang menyebabkan produsen dalam negeri sulit bersaing dan meningkatkan kapasitas produksi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gas, gas bumi

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top